Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Mei 2010

Tugas Nabi Isa AS Saat Turun ke Bumi

Nabi kita Muhammad saw telah memberitahukan kepada kita bahwa keberadaan Isa di muka bumi selama 40 tahun. Setelah itu dia wafat dan kaum muslimin menshalatkannya, sebagaimana termaktub dalam hadis shahih dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian dia tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat dan kaum muslimin menshalatkannya.” (HR. Abu Dawud 324, dishahihkan oleh as. Suyuthi dalam al. Jami’ ash. Shaghir no.5265).

Adapun peristiwa. peristiwa yang terjadi di zaman Isa dan tugas. tugas yang ditunaikannya, maka ia sebagai berikut:

1. Memadamkan Dajjal dan fitnahnya

Di depan kita telah mengetahui bahwa Nabiyullah Isa bin Maryam turun sementara kaum muslimin sedang bersiap. siap memerangi Dajjal. Kita mengetahui bahwa saat itu shalat didirikan, lalu Isa shalat di belakang seorang laki. laki yang shalih. Ketika Dajjal mengetahui turunnya Isa, dia kabur. Nabiyullah Isa mengejarnya sampai di Baitul Maqdis, sementara Dajjal telah mengepung sekelompok kaum muslimin. Lalu Isa memerintahkan mereka agar pintunya dibuka. Dajjal yang bersembunyi di belakangnya segera berlari, lalu Nabiyullah Isa mengejarnya dan menangkapnya di pintu Lud, termasuk wilayah Palestina, sebelah timur. Kemudian Isa membunuhnya beserta orang. orang Yahudi yang bersamanya.

Di dalam hadits shahih dari Abu Umamah berkata, Rasulullah saw bersabda, “…Ketika imam mereka maju ke depan untuk shalat Shubuh, maka turunlah Isa bin Maryam lalu imam itu mundur berjalan ke belakang supaya Isa maju menjadi imam. Isa meletakkan tangannya di antara kedua pundaknya kemudian dia berkata, ‘Majulah dan shalatlah karena shalat ini didirikan untukmu’. Lalu imam mereka shalat dengan mereka. Selesai shalat Isa berkata, ‘Buka pintunya’. Lalu mereka membuka pintu di mana Dajjal bersembunyi di belakangnya ditemani 70 ribu orang Yahudi, masing. masing dengan pedang yang berhias dan jubah (mantel). Apabila Dajjal melihat kepadanya maka ia meleleh (mencair) seperti garam yang mencair di air. Dajjal kabur. Isa AS berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai pukulan untukmu, kamu tidak akan mendahuluiku dengannya. Isa menangkap Dajjal di pintu Lud sebelah timur lalu membunuhnya. Lalu Allah mengalahkan orang. orang Yahudi, maka tidak ada satu pun makhluk Allah awj yang digunakan oleh orang. orang Yahudi sebagai tempat persembunyian kecuali Allah menjadikannya berbicara. Batu, pohon, dinding, hewan semuanya berbicara kecuali gharqadah, ia tidak berbicara karena ia adalah pohon mereka. Semuanya berkata, ‘Wahai hamba Allah yang muslim, ini orang Yahudi kemarilah bunuhlah dia’.” (HR. Ibnu Majah no. 4128. dan al. Hakim 4/436. 437, dia menshahihkannya dan disetujui oleh adz. Dzahabi).

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “…Ketika mereka sedang bersiap. siap untuk perang dan merapatkan barisan, tiba. tiba shalat dikumandangkan, lalu Isa bin Maryam as turun. Apabila musuh Allah melihatnya maka dia meleleh seperti garam di dalam air, seandainya dibiarkan niscaya dia pasti meleleh sehingga dia binasa, akan tetapi Allah membunuhnya lewat tangan Isa. Lalu Isa memperlihatkan darahnya di tombaknya kepada mereka.” (HR. Muslim no.2897)

Jadi tugas pertama Nabiyullah Isa setelah dia turun dari langit adalah menangani dan memadamkan Dajjal bersama orang. orang Yahudi yang mengikutinya.

2. Binasanya Ya’juj Ma’juj berkat doa Isa dan kawan-kawan

Mereka keluar pada zaman Isa as, setelah dia berhasil membunuh Dajjal dan memadamkan fitnahnya. Mereka ini membuat kerusakan besar di muka bumi. Lalu Nabiyullah Isa dan teman. temannya berdoa kepada Allah Taala. Mereka kemudian binasa secara menyeramkan. Hal ini termaktub dalam hadits Nawas bin Sam’an yang diriwayatkan oleh Muslim dalam hadits yang panjang tentang munculnya Dajjal dan turunnya Isa, yang telah disebutkan dalam pembahasan tentang Ya`juj dan Ma`juj.

3. Memadamkan semua syariat dan berhukum kepada Islam

Tidak diragukan bahwa Isa ketika turun dari langit, dia mengikuti syariat Islam, berhukum kepada kitabullah dan sunnah Nabi kita Muhammad saw. Dengan itu Isa memadamkan semua syariat yang dijadikan pegangan oleh manusia kecuali syariat Islam. Ini adalah perkara pokok yang secara jelas diketahui dalam agama dimana syariat Islam adalah syariat yang me. nasakh seluruh syariat sebelumnya. Dan Allah Taala telah mengambil sumpah dan janji atas seluruh nabi agar mereka beriman kepada Muhammad saw dan mengikutinya jika Muhammad saw diutus sementara mereka masih hidup.

Firman Allah, “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, ‘Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh. sungguh beriman kepadanya dan menolongnya’. Allah berfirman, ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian. Ku terhadap yang demikian itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami mengakui’. Allah berfirman, ‘Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu’.” (QS. Ali Imran: 81).

Oleh karena itu dia menghancurkan lambang Nashrani (salib) yang menyimpang, membunuh babi yang diharamkan di dalam kitabullah dan menghapus jizyah di mana dia tidak menerima dari orang Yahudi dan Nashrani kecuali Islam atau mati.

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Demi dzat yang jiwaku di tangan. Nya, telah dekat masanya di mana Ibnu Maryam turun kepada kalian sebagai hakim yang adil, lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapuskan jizyah.”

Dalam riwayat lain, “Bagaimana kalian jika Ibnu Maryam turun kepada kalian lalu dia memimpin kalian dari kalian.” Ibnu Abu Dziib bertanya kepada Al. Walid bin Muslim, rawi hadits dari Ibnu Abi Dziib, “Tahukah kamu apa maksud ‘memimpin kalian dari kalian’?” Walid menjawab, “Beritahukan kepadaku.” Ibnu Abi Dziib berkata, “Memimpin kalian dengan kitabullah dan sunnah Nabi kalian.” (HR. Muslim no. 155).

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Di antara diriku dengan Isa tidak ada nabi, dan sesungguhnya dia pasti turun. Jika kalian melihatnya maka kenalilah dia, sesungguhnya dia berperawakan sedang, berkulit putih kemerah. merahan dia turun di antara dua potong baju berwarna kekuning. kuningan, kepalanya seolah-olah menetes walaupun tidak basah, dia memerangi manusia di atas Islam dia mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah pada masanya Allah menghancurkan semua agama kecuali Islam. Dia membunuh Al. Masihud Dajjal, kemudian tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat dan kaum muslimin menshalatkannya.”

4. Menghapus kebencian dan permusuhan di antara manusia dan meratanya rasa aman dan kemakmuran di antara manusia

Di antara perkara yang disampaikan oleh Nabi saw kepada kita yang terjadi di zaman Isa adalah dihapuskannya permusuhan, kebencian dan saling iri di antara manusia, di mana manusia telah bersepakat di atas kalimat Islam. Berkah dan kebaikan merata di mana bumi menumbuhkan pohon. pohon seperti pada masa Adam, tidak ada yang menerima pemberian karena melimpahnya harta. Pada masa itu Allah melenyapkan racun dari binatang. binatang beracun sehingga anak. anak bermain. main dengan ular dan kalajengking yang tidak lagi berbahaya. Seekor kambing digembalakan di samping srigala dengan aman. Bumi dipenuhi rasa aman dan damai, tidak ada lagi perang, maka harga kuda turun drastis sementara sapi jantan harganya melambung tinggi karena semua tanah dibajak untuk ditanami.

Dalam hadits Nawas bin Sam’an, Rasulullah saw bersabda, “…Kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang, hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan, kemudian dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah. buahanmu dan kembalikan barokahmu’. Pada hari itu sekelompok manusia memakan satu buah delima dan memakai kulitnya sebagai topi. Air susu diberkahi sehingga seekor onta muda cukup memenuhi kebutuhan banyak orang dan seekor sapi muda cukup memenuhi kebutuhan satu kabilah serta seekor kambing muda cukup memenuhi kebutuhan satu keluarga besar.”

Dalam hadits Abu Umamah yang panjang Rasulullah saw bersabda, “…lalu Isa bin Maryam turun pada umatku sebagai hakim yang adil dan imam yang bijaksana, dia menghancurkan salib, mematikan babi, menghapus jizyah, membiarkan sedekah kambing dan onta tidak ada yag mau menerima, kebencian dan permsuhan dihapuskan. Binatang beracun ditarik racunnya sehingga seorang bocah memasukkan tangannya ke dalam mulut ular dan itu tidak membahayakan dirinya, seorang bocah perempuan melewati singa tetapi singa itu tidak mengganggunya, srigala berada di antara kambing seperti anjing yang menjaganya. Bumi dipenuhi keselamatan seperti bejana dipenuhi oleh air. Kalimat manusia menjadi satu. Tidak ada yang disembah kecuali Allah, perang dihentikan, orang. orang Quraisy kehilangan kerajaannya. Bumi seperti piring besar dari perak, ia menumbuhkan pohon. pohon dengan janji Adam sehingga beberapa orang memakan setangkai anggur dan mereka kenyang, dan beberapa orang memakan satu buah delima dan mereka kenyang. Sapi jantan harganya segini. segini. Sementara kuda hanya dengan beberapa keping dirham….” (HR. Ibnu Majah no. 4128. dan al. Hakim 4/436. 437, dia menshahihkannya dan disetujui oleh adz. Dzahabi).

Dari pembahasan yang kami paparkan tentang Masihul Huda bin Maryam tentunya pembaca mengetahui bahwa dalil-dalil tentang turunnya Isa baik dari al-Qur’an maupun sunnah telah mencapai tingkatan mutawatir dan bahwa ini adalah kesepakatan umat dari mulai zaman Nabi saw sampai hari ini, merujuk kepada tafsir dari firman Allah SWT,

“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An. Nisa’: 159).

Inilah yang dinyatakan oleh para ahli tafsir secara keseluruhan, lalu mereka menyebutkan hadis-hadis mutawatir itu di bawah ayat ini, lebih-lebih hadits Abu Hurairah yang marfu’ dan mauquf, di mana dia berkata setelah menyinggung turunnya Isa bin Maryam dengan ditegaskan oleh sumpahnya, “Bacalah jika kalian mau ayat, ‘Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya’.” Jadi mengingkari turunnya Isa di akhir zaman sama dengan mengingkari al. Qur`an, sunnah yang shahih dan ijma’ umat.

Turunnya Al-Masih Isa AS Putra Maryam

Termasuk tanda Kiamat kubro adalah turunnya Nabiyullah Isa putra Maryam dari langit. Turunnya Isa bin Maryam dari langit telah tertulis di dalam al-Qur’an al-Karim dan sunnah yang suci. Umat Muhammad saw telah menyepakatinya.

Firman Allah SWT, “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum kematiannya.” (An-Nisa: 159).

Yakni mereka pasti beriman kepada Isa sebelum wafatnya setelah dia turun dari langit di akhir zaman sehingga agama menjadi satu yaitu agama Ibrahim yang lurus. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsir ayat di atas dengan sanad yang shahih sebagaimana hal itu disebutkan oleh Ibnu Katsir dan imam-imam tafsir yang lain.

Di dalam ash-Shahihain dan lain-lainnya dari hadits Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat saatnya di mana Ibnu Maryam turun di antara kalian sebagai hakim yang adil, dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan harta benda melimpah sehingga tidak seorang pun yang menerimanya.” Dalam riwayat lain, “Sehingga satu kali sujud lebih baik daripada dunia dengan segala isinya.” Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau, ‘Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum kematiannya’.”

Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah, Ibnu Maryam pasti akan turun sebagai hakim yang adil, dia pasti menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah. Dan onta muda dibiarkan tidak ada yang mengambilnya, kebencian, permusuhan dan saling hasad pasti akan lenyap dan Isa menawarkan harta kekayaan tetapi tidak seorang pun menerima.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Adapun ijma’ maka umat Muhammad saw telah bersepakat atas turunnya Isa, tidak ada yang menyelisihi dalam hal ini. Ijma’ telah tercapai bahwa Isa turun dan berhukum kepada Islam bukan kepada syariat tersendiri walaupun dia tetap menjadi nabi. Di depan telah disinggung bahwa dia turun dan shalat sebagai makmum di belakang al-Mahdi sebagai bentuk penghormatan kepada umat ini. Kemudian Isa menerima kepemimpinan dari tangan al-Mahdi dan al-Mahdi menjadi pengikutnya dan membantunya membunuh al-Masih ad-Dajjal.

Ada yang berkata, Nabiyullah Isa dinamakan al-Masih karena usapan Zakariya kepadanya. Ada yang mengatakan karena dia mengusap bumi yakni memotongnya. Ada yang mengatakan karena dia mengusap orang sakit lalu dia sembuh. Ada yang mengatakan dari ‘Samahah’ (kedermawanan). Ada pula yang mengatakan lain dari semua itu… yang jelas terdapat perbedaan yang besar antara Isa Masih al-Huda dengan Masih ad-Dajjal.

Nama al-Masih untuk Isa tertulis di dalam al-Qur’an al-Karim dan sunnah nabawiyah yang suci. Dari Al-Qur’an firman Allah swt, “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryam’.” (Al-Maidah: 17).

Firman Allah Taala, “…Al-Masih sendiri berkata, ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’.” (Al-Maidah: 7).

Firman Allah Taala, “Sesungguhnya Al-Masih putera Maryam itu adalah utusan Allah dan yang diciptakan dengan kalimatnya yang disampaikannya kepada Maryam.” ( An-Nisa’: 171)

Di dalam Shahih Muslim dari hadits Nawas bin Sam’an, Nabi saw bersabda, “…ketika Dajjal dalam kondisi demikian, Allah mengutus al-Masih bin Maryam.”

Adapun sifat-sifatnya maka Nabi kita saw telah menyatakan bahwa Isa adalah laki-laki berperawakan sedang tidak tinggi tidak pendek, berwajah bulat, berkulit kemerah-merahan, berdada lapang, orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud ast-Tsaqafi.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Antara diriku dengan Isa tidak ada nabi, dan sesungguhnya dia pasti turun. Jika kalian melihatnya maka kenalilah dia. Sesungguhnya dia berperawakan sedang, putih kemerah-merahan, dia turun di antara dua potong baju berwarna kekuning-kuningan, kepalanya seolah-olah menetes walaupun tidak basah, dia memerangi manusia di atas Islam, lalu dia mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah. Pada masanya Allah menghancurkan semua agama kecuali Islam, dia membunuh al-Masih ad-Dajjal kemudian tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat dan kaum muslimin menshalatkannya.” (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan Ibnu Khuzaemah)

Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, “Pada malam Isra’…. Dan saya bertemu dengan Isa. Lalu Nabi saw menjelaskan ciri-cirinya, ‘Orangnya sedang, kulitnya kemerah-merahan, seolah-olah dia habis mandi, saya melihatnya…’.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Saya bertemu dengan para nabi, ternyata Musa…. Saya aku melihat Isa bin Maryam, ternyata orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud….” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Abbas Rasulullah saw menceritakan malam Isra’nya, beliau bersabda, “Saya melihat Isa berperawakan sedang kemerah-merahan berambut lurus….” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Adapun tempat dan waktu turunnya maka ia di menara putih sebelah timur Damaskus dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap-sayap dua malaikat, ini terjadi pada waktu fajar di mana kaum muslimin telah mengambil shaf untuk shalat, imam mereka telah maju seorang laki-laki shalih, sepertinya al-Mahdi untuk menjadi imam, ketika dia mengetahui Isa turun, dia mundur, dia meminta Isa untuk menjadi imam, tetapi Isa menolak. Akhirnya al-Mahdi shalat sebagai imam dan Isa shalat sebagai makmum sebagai penghormatan kepada umat ini.

Dari Nawas bin Sam’an hadits tentang Dajjal Rasulullah bersabda, “…lalu Isa turun di menara putih sebelah timur Damaskus dengan memakai dua potong baju yang dicelup za’faran dan wars, dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas sayap-sayap dua malaikat, jika dia menundukkan kepalanya maka menetes dan jika dia mengangkatnya maka turunlah air seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafasnya kecuali dia pasti mati dan nafasnya tercium dari jarak sejauh pandangannya….”

Dari Jabir bin Abdullah bahwa dia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang berperang di atas kebenaran dengan kemenangan sampai hari Kiamat. Lalu Isa bin Maryam turun, pemimpin mereka berkata, ‘Kemarilah, shalatlah untuk kami sebagai imam.’ Isa menjawab, ‘Tidak, sesungguhnya sebagian di antara kalian adalah pemimpin sebagian yang lain’. Hal itu sebagai penghormatan Allah kepada umat ini.” (HR. Muslim)

Hafizh Ibnu Katsir dalam an-Nihayah berkata, “Inilah pendapat yang lebih masyhur tentang tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih di timur Damaskus. Dan saya telah melihat di sebagian buku bahwa Isa turun di menara putih sebelah timur Jami’ Damaskus. Mungkin inilah yang lebih valid dan bunyi riwayatnya, ‘Maka dia turun di atas menara putih yang ada di timur Damaskus’. Jadi rawi membuat redaksi sendiri sesuai dengan apa yang dia pahami. Dan di Damaskus tidak ada menara yang dikenal dengan menara timur kecuali menara yang berada di timur Jami’ Umawi dan inilah yang lebih cocok dan lebih sesuai karena Isa turun pada saat didirikannya shalat…” (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim I/192)

Semua itu terjadi dalam kondisi kaum muslimin sedang bersiap siaga berperang melawan Dajjal, berdasarkan hadits Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “…ketika mereka sedang bersiap-siap untuk berperang, mereka merapatkan barisan, lalu didirikanlah shalat, maka Isa As turun dan memimpin mereka. Ketika musuh Allah melihatnya dia mencair seperti garam yang mencair bersama air, seandainya dia dibiarkan niscaya dia akan lumer sampai dia binasa, akan tetapi Allah ingin membunuhnya melalui tangannya, lalu dia menunjukkan darahnya di tombaknya kepada kaum Muslimin.” (HR. Muslim).

Keluarnya Ya’juj Ma’juj

Di antara tanda Kiamat kubro adalah keluarnya Ya’juj Ma’juj dari kurungannya. Keluarnya mereka sebagai tanda Kiamat kubro wajib kita imani karena dalil-dalil menetapkannya.

Firman Allah, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 96-97).


Keluarnya mereka adalah keburukan yang dekat yang telah diperingatkan oleh Rasulullah saw.

???? ???????? ???????? ?????? ??? ???? ???? : ???? ??????? ??? ???? ???? ???? ?????? ???????? ??????? ??????? ??? ?????? ????? ????? ? ?????? ????????? ???? ????? ???? ????????? ? ?????? ???????? ???? ?????? ?????????? ???????????? ?????? ?????? ????????? ???????????? ??????????? ???????? ????????? .

Dari Zaenab binti Jahsy bahwa Nabi datang kepadanya dengan tergopoh-gopoh. Beliau bersabda, “La ilaha illallah, celaka orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat, pada hari ini benteng Ya’juj Ma’juj dibuka seperti ini.” Rasulullah melingkarkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya. (Muttafaq alaihi, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1341, Mukhtashar Shahih Muslim no. 1987).

Dalam surat al-Kahfi Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berbuat rusak di bumi sehingga mereka tidak keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.

Firman Allah Taala, “Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulkarnain berkata, ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata, ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar” (Al-Kahfi: 93-98).

Mereka adalah Ya’juj Ma’juj, ada yang berkata, ia bukan nama Arab, ada yang berkata, ia adalah nama Arab, diambil dari ajijun nar yang berarti bergolaknya api, atau dari al-Ajj yang berarti air asin. Apapun begitulah nama mereka yang tercantum di dalam al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Mereka adalah sekelompok umat dari Bani Adam, jumlah mereka sangatlah besar.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, “Wahai Adam.” Adam menjawab, “Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu.” Allah Taala berfirman, “Keluarkan rombongan neraka.” Adam bertanya, “Apa rombongan neraka?” Allah berfirman, “Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu.” Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu?” Nabi saw menjawab,”Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Ya’juj dan Ma’juj.” (Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1342).

Mengenai ciri-ciri mereka terdapat sebuah hadits di Musnad Imam Ahmad (5/271), al-Haetsami di Majmauz Zawaid (8/9) berkata tentangnya, “Rawi-rawinya adalah rawi-rawi ash-Shahih.” Hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.

Di awal pembahasan penulis telah katakan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung dengan baja oleh Dzulkarnain, mereka tidak akan keluar darinya sebelum janji Allah tiba, dan itu terjadi di akhir zaman sebagai tanda Kiamat yang sudah diambang pintu. Mereka keluar setelah Isa turun dan membunuh Dajjal. Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Taala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata, ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”

Pembicaraan tentang Ya’juj Ma’juj ini penulis tutup dengan sebuah hadits an-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Dari hadits ini kita mengetahui banyak hal tentangnya.

Rasulullah bersabda, “Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”

Terbitnya Matahari dari Barat

Terbitnya matahari dari timur dan terbenam di barat merupakan sunnatullah terhadap alam semesta, akan tetapi hikmah Allah yang bijak telah berkehendak untuk menjadikan terbitnya matahari dari barat sebagai salah satu tanda yang jelas akan datangnya Kiamat.

Terbitnya matahari dari barat –sama dengan tanda-tanda Kiamat yang lain– adalah perkara yang telah ditetapkan oleh al-Kitab, sunnah dan ijma’.

Firman Allah, “Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al-An’am: 158).

Jumhur ahli tafsir telah menyepakati bahwa sebagian tanda-tanda di dalam ayat itu adalah terbit matahari dari arah barat.

Adapun sunnah maka hadits riwayat Muslim nomor 2942 dan Abu Dawud nomor 4310 dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, “Saya menghafal dari Rasulullah saw sebuah hadits yang tidak pernah aku lupakan, saya mendengarnya bersabda, ‘Sesungguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang bumi kepada manusia di waktu dhuha. Apa pun yang muncul terlebih dahulu maka yang lain akan segera menyusul di belakangnya.”

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya matahari dari barat, dukhan, Dajjal, binatang bumi, teman khusus kalian dan urusan umum.” (HR. Muslim nomor 2947). Hisyam bin Amir berkata, “Teman khusus adalah kematian.” Qatadah berkata, “Urusan umum adalah Kiamat.”

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga matahari terbit dari barat. Jika manusia melihatnya maka mereka semua beriman.”

Dalam riwayat lain, “Jika matahari telah terbit dari arah barat dan orang-orang melihatnya, maka mereka semua beriman. Pada saat itu iman seseorang tidak lagi berguna untuk dirinya selama dia belum beriman sebelumnya atau memperoleh kebaikan dalam imannya.” (HR. al-Bukhari 7/190 dan Muslim nomor 157)

Umat Islam secara keseluruhan telah ber-ijma’ bahwa terbitnya matahari dari barat adalah salah satu tanda Kiamat kubro berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan jelas begitu pula al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi saw.

Apabila matahari telah terbit dari barat maka iman yang terjadi pada hari itu tidaklah berguna bagi orang yang sebelumnya musyrik atau kafir, tidak pula taubat yang dilakukan pada waktu itu bagi orang yang beriman tetapi sebelumnya dia melakukan kemaksiyatan, kebaikan yang dilakukan sesudah itupun tidaklah berguna. Imannya yang terdahulu menjaganya dari kekekalan di dalam Neraka, jika dia masuk ke dalamnya maka karena dosa-dosanya. Adapun pemilik iman terdahulu, tetapi tidak murni, maka imannya berguna untuk dirinya begitu pula amal-amal yang menyertainya yang dikerjakannya. Yang ditolak adalah taubatnya saat itu dari imannya yang bercampur dengan kemaksiatan, begitu pula orang yang sebelumnya tidak beriman dan beramal shalih, maka iman dan amal shalih yang tiba-tiba dilakukan pada saat itu tidaklah diterima.

Adapun orang mukmin yang telah bertaubat dari kemaksiyatan dan telah mengerjakan kebaikan semampunya, maka imannya ini berguna baginya demi keselamatannya dan amal shalihnya berguna baginya demi derajatnya dan kebaikan yang dia kerjakan setelah itu, di mana sebelumnya dia telah melaksanakannya, ia juga berguna baginya.

Allamah Al-Qurtubi dalam at-Tadzkirah menjelaskan alasan ditolaknya iman pada hari itu, dia berkata, “Para ulama berkata, ‘Iman tidak berguna bagi pemiliknya pada waktu matahari terbit dari barat karena ketakutan hebat yang menyelimuti hatinya. Di mana ketakutan ini memadamkan semua syahwat jiwa dan meluruhkan seluruh kekuatan tubuh. Maka seluruh manusia –karena mereka telah yakin Kiamat di ambang pintu– menjadi seperti orang di mana kematian telah berada di pelupuk mata. Dalam kondisi demikian dorongan-dorongan kepada kemaksiyatan telah hilang dan luruh dari mereka. Maka barangsiapa bertaubat dalam kondisi ini maka taubatnya tidak diterima sebagaimana taubat orang yang maut telah berada di pelupuk matanya’.”

Hafizh Ibnu Katsir dalam An-Nihayah berkata, “Hadits-hadits yang mutawatir ini bersama ayat yang mulia merupakan dalil bahwa siapa yang baru beriman dan bertaubat pada saat matahari terbit dari barat maka ia tidak diterima darinya. Hal itu demikian –wallahu a’lam– karena ia adalah tanda Kiamat terbesar yang menunjukkan kedekatannya, maka hari itu diperlakukan seperti hari Kiamat.

Firman Allah, “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.” (QS. Al-An’am: 158).

Firman Allah, “Maka tatkala mereka melihat adzab Kami, mereka berkata, ‘kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah’. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (QS. Al-Mu’min: 84-85).

Firman Allah, “Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS. Az-Zukhruf: 66). Wallahu a’lam.

Munculnya Imam Mahdi

Di antara tanda-tanda Kiamat kubro adalah datangnya al-Mahdi yang memegang kendali umat, memperbarui agama, memimpin dengan landasan Islam, menebarkan keadilan di antara manusia, tidak ada satu sunnah Islam kecuali dia menegakkannya, tidak ada bid’ah kecuali dia memberantasnya. Umat mengecap nikmat di bawah kepemimpinannya yang belum pernah didengar sebelumnya. Datangnya Mahdi menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah kebenaran yang telah ditetapkan oleh dalil-dalil yang shahih.

Telah tertulis dalam sunnah yang shahih bahwa nama al-Mahdi dan bapaknya sesuai dengan nama Nabi saw dan bapaknya.

Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw berkata, “Seandainya tidak tersisa dari dunia ini kecuali satu hari niscaya Allah akan memanjangkan hari itu sehingga Dia mengutus di hari itu seseorang dariku atau dari ahli baitku namanya sama dengan namaku, nama bapaknya sama dengan nama bapakku, dia memenuhi bumi….”

Dalam riwayat lain, “Dunia tidak akan berakhir sehingga orang-orang Arab dipimpin oleh seorang laki-laki dari ahli baitku namanya sesuai dengan namaku.” (HR. Abu Dawud no. 4282 dan at-Tirmidzi no. 2231 dan dia berkata, “Hasan shahih”. Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no.1529). Jadi Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah.

Nasabnya tidak diragukan dari ahli bait Rasulullah saw. Riwayat-riwayat yang berjumlah banyak menyatakan bahwa dia adalah keturunan Fatimah yang suci putri Nabi saw.

Dari Ummu Salamah berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fatimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284 dan Ibnu Majah no.4135)

Dari Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah saw telah bersabda, “Al-Mahdi dari kalangan kami ahli bait, Allah menjadikannya baik dalam satu malam.” (HR. Ahmad 1/84 dan Ibnu Majah no. 4136)

Dari sabda Nabi saw dalam riwayat-riwayat di atas tentang nasab al-Mahdi, “… Kemudian muncul seorang laki-laki dari keluargaku atau dari ahli baitku….”

Semua hadis-hadis ini menegaskan bahwa al-Mahdi berasal dari Nabi saw dari putra Fatimah Az-Zahra. Ini adalah keyakinan mayoritas umat, maka tidak boleh membuang hadits-hadits ini dengan mengambil hadits-hadits yang lemah dan palsu karena tujuan dan hawa nafsu tertentu.

Di antara sifat-sifat al-Mahdi yang tertulis di dalam sunnah adalah tipisnya rambut yang tumbuh di kedua sisi kepalanya karena setengah kepalanya botak. Di antara sifat-sifatnya adalah berhidung mancung, ujung hidungnya tipis, bagian tengahnya menonjol, seperti yang tertulis dalam hadis Abu Said al-Khudri berkata, saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Al-Mahdi dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun.” (HR. Ahmad 3/17 dan Abu Dawud no. 4285, dishahihkan oleh al-Albani dalam takhrij al-Misykah no. 5454).

Di antara petunjuk tentang al-Mahdi adalah munculnya dia di zaman di mana kezhaliman dan penindasan merajalela, lalu dengan perintah Allah dia menegakkan keadilan dan kebenaran, melarang kedzaliman dan penindasan, dengannya Allah menegakkan panji kebaikan pada umat, di mana Allah menurunkan hujan dengan lebat tidak setetes pun yang disimpan, bumi menumbuhkan segala macam buah-buahan tanpa menyimpan satu pun, binatang ternak berkembang biak dengan cepat karena banyaknya makanan, dan harta kekayaan mengalir lalu dibagi-bagi secara sama rata di antara manusia.

Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Rasulullah bersabda, “Al-Mahdi akan muncul di akhir umatku, Allah menurunkan hujan untuknya, bumi menumbuhkan pohon-pohonnya, harta kekayaan dibagi secara merata, binatang ternak berkembang pesat, umat menjadi besar. Dia hidup tujuh atau delapan.” (HR. al-Hakim 4/557-558, dia berkata, “Sanadnya shahih tetapi tidak diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.” Disetujui oleh adz-Dzahabi, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 711).

Tidak ada riwayat yang shahih dan jelas yang menunjukkan tempat kemunculannya atau zamannya. Akan tetapi para ulama menarik kesimpulan dari pengertian sebagian riwayat meskipun tidak seratus persen pasti.

Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Fitan Wal Malahim berkata, “Kemunculan al-Mahdi terjadi di akhir zaman, di negara-negara belahan timur, bukan dari Sirdab Samura’ seperti yang diklaim oleh orang-orang Syi’ah yang bodoh di mana al-Mahdi telah berada di sana saat ini, sementara mereka menunggu kemunculannya di akhir zaman. Keyakinan ini adalah kebodohan, bisikan dan tipu daya setan….”

Dalam buku yang sama Ibnu Katsir berkata, “Menurut saya kemunculan al-Mahdi mendahului turunnya Isa bin Maryam AS sebagaimana hadits-hadits menunjukkan hal itu.”

Di sini saya menyuguhkan kepada pembaca yang mulia sebagian riwayat yang yang menunjukkan secara tersirat tentang al-Mahdi.

Dari Jabir bin Abdullah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Akan selalu ada segolongan manusia dari umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka memperoleh kemenangan sampai hari Kiamat. Lalu Isa turun, Amir kaum muslimin berkata, ‘Kemarilah, jadilah kamu sebagai imam shalat bagi kami.’ Dia menjawab, ‘Tidak. Sesungguhnya sebagian di antara kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain dan hal itu adalah kehormatan dari Allah kepada umat ini’.” (HR. Muslim no. 156). Syaikh al-Albani dalam tahqiq shahih Muslim menyatakan bahwa imam atau amir ini adalah al-Mahdi.

Yang bisa dicermati dari riwayat ini tidak ditentukannya nama imam atau amir yang shalat sebagai imam sampai dengan datangnya Nabi Isa.

Akan tetapi terdapat riwayat yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Manar al-Munif dengan lafazh, “Lalu amir mereka al-Mahdi berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam….” Kemudian Ibnul Qayyim berkata sesudahnya, “Riwayat ini sanadnya jayid (bagus).”

Dari Ummu Salamah berkata, Rasulullah saw berkata, “Seseorang berlindung kepada baitullah, lalu sebuah tentara dikirim kepadanya. Ketika mereka sampai di tanah yang lapang, mereka dibenamkan.” Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan orang yang terpaksa?” Nabi saw menjawab, “Dia dibenamkan bersama mereka tetapi dia dibangkitkan pada Hari Kiamat sesuai dengan niatnya.” (HR. Muslim no. 2882 dan at-Tirmidzi no 1272)

Dari Hafshah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Akan berlindung dengan rumah ini yakni Ka’bah suatu kaum, mereka tidak mempunyai perlindungan, tidak pula memiliki sekutu, dan tidak pula memiliki perlengkapan untuk membela diri, sebuah pasukan diutus kepada mereka, ketika pasukan ini sampai di tanah lapang mereka dibenamkan.” (HR. Muslim no. 2883 dan an-Nasa`i 5/207).

Kedua riwayat dari Ummul Mukminin ini mengandung isyarat yang jelas adanya seseorang yang berlindung kepada baitullah, dan bahwa dia dari Quraisy, dia didukung oleh pertolongan Allah dengan membenamkan musuhnya. Akan tetapi apakah dia adalah al-Mahdi yang namanya secara nyata disebutkan dalam hadits-hadits shahih di atas? Tidak ada dalil yang qath’i dalam hal ini, akan tetapi secara tersirat adalah dia. Wallahu a’lam.

Hadits-hadits yang shahih telah menyebutkan adanya seorang khalifah di mana kemakmuran mencapai puncaknya pada zamannya sehingga dia meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya, dia membagikan harta itu tanpa perhitungan. Akan tetapi riwayat-riwayat itu tidak menyebutkan nama khalifah tersebut.

Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Nabi saw bersabda, “Akan muncul di kalangan kalian seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya.” Dalam riwayat lain, “Memberikan harta kepada manusia tanpa perhitungan.” Dalam riwayat lain, “Akan muncul di akhir umatku seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya.” (HR. Muslim no. 2913).

Dari kumpulan riwayat di atas jelaslah bagi kita secara tersurat dan tersirat bahwa al-Mahdi adalah seorang yang shalih yang muncul dari arah timur, dia lari dari Madinah berlindung ke baitullah, lalu dia di baiat di Ka’bah yang mulia di antara rukun dan maqam, lalu satu pasukan diutus untuk membunuhnya, tetapi mereka dibenamkan, Allah memberikan pertolongan dan dukungan kepadanya dan dia berhukum kepada Islam. Dia menyebarluaskan keadilan di antara manusia, kemakmuran dan ketenteraman merata, dia bertemu dengan Nabi Isa, dia menjadi imam bagi umat dan Nabi Isa shalat di belakangnya, lalu dia membantunya membunuh Dajjal, dia hidup 7 atau 9 tahun.

Ada beberapa ulama dan imam yang telah menyatakan bahwa hadits-hadits tentang Mahdi mencapai tingkatan mutawatir secara maknawi. Kepada pembaca yang budiman saya nukilkan beberapa ucapan mereka agar jiwa kita semakin mantap terhadap pendapat kita.

Allamah Muhammad As-Sifarini dalam bukunya Al-Masihud Dajjal Wa Asrorus Saa’ah berkata, “Allamah Syaikh Mar’i di dalam bukunya Fawaidul Fikri menukil dari Abul Hasan Muhammad bin Al-Husain berkata, ‘Hadits-hadits dari Rasulullah saw tentang al-Mahdi dan bahwa dia dari ahli bait Nabi saw telah mencapai tingkatan mutawatir dan para perawinya terkumpul dalam jumlah yang banyak’.”

Dia juga berkata, “Riwayat-riwayat yang berjumlah banyak telah menyatakan kedatangannya sehingga riwayat-riwayat itu mencapai tingkatan mutawatir maknawi. Hal ini telah dikenal luas di kalangan Ahlus Sunnah sehingga ia termasuk salah satu keyakinan mereka.”

Dia juga berkata, “Terdapat riwayat-riwayat yang beragam dari para sahabat baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebut namanya begitu pula dari para tabiin sesudah mereka, di mana secara keseluruhan menunjukkan ilmu yang qath’i (pasti) maka iman kepada kedatangan al-Mahdi hukumnya wajib sebagaimana hal itu telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Begitu pun di kalangan syi’ah, hanya saja al-Mahdi mereka adalah Muhammad bin Hasan Al-Askari.”

Syaikh Muhammad Al-Barzanji dalam bukunya Al-Isya’ah Li Asyrotis Saa’ah berkata, “Telah diketahui bahwa hadits-hadits tentang al-Mahdi, kemunculannya di akhir zaman dan bahwa dia dari keluarga Rasulullah saw dari keturunan Fatimah telah mencapai tingkatan mutawatir maknawi, maka tidak ada alasan untuk mengingkarinya.”

Allamah Muhammad Sidik Khalid bin Hasan Al-Qanuji dalam bukunya Al-Idza’ah Lima Kaana Wa Ma Yakunu Baina Yadayis Saa’ah berkata, “Hadits-hadits tentang al-Mahdi dengan riwayat-riwayat yang beragam sangatlah banyak mencapai derajat mutawatir maknawi. Hadits-hadits itu terdapat dalam buku-buku sunan, musnad-musnad, mu’jam-mu’jam dan lain-lainnya.”

Dalam buku yang sama, dia menukil ucapan Imam asy-Syaukani, “Hadits-hadits mutawatir yang menerangkan al-Mahdi yang ditunggu-tunggu yang bisa diketahui berjumlah 50 hadis. Di antaranya ada yang shahih, hasan, dhaif dan dhaif yang terkatrol. Semua hadits-hadits itu mutawatir tanpa keraguan dan tanpa kesamaran, bahkan untuk angka yang di bawahnya sudah cukup disebut mutawatir menurut istilah-istilah yang telah disepakati dalam ilmu ushulul hadits. Adapun atsar-atsar dari sahabat yang secara nyata menerangkan al-Mahdi maka jumlahnya banyak juga di mana atsar-atsar itu mempunyai hukum hadits marfu’ karena tidak ada peluang ijtihad dalam masalah seperti ini.”

Meninggalkan Suatu Perbuatan Ikhlas Karena Allah

Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Ta ala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah berbicara ketika masih dalam buaian (bayi) kecuali tiga orang, Isa bin Maryam. Beliau bersabda, ‘Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Ia membangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya”

Beliau bersabda, “orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang (ketekunan) ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, ‘Jika kalian mnghendaki aku akan memberinya ujian’. Mereka berkata, ‘Kami menghendakinya’. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan diri kepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina dengan seorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, ‘Hasil perbuatan siapa?’ Ia menjawab, ‘Juraij’. Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci, memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya’. Juraij bertanya, apa yang terjadi dengan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi’. Ia bertanya ‘Dimana dia?’ Mereka menjawab, ‘Itu dia!’ Beliau bersabda, ‘Juraij lalu berdiri dan shalat kemudian berdo’a.

Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata, ‘Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu?’ Sang bayi menjawab, ‘Aku adalah anak tukang gembala’. Serta merta orang-orangpun menghambur kepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas’. Ia menjawab ‘aku tidak membutuhkan yang demikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula’. Beliau bersabda, ‘Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususi tiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat, maka ia pun berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Maka bayi itu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada penunggang kuda seraya berdo’a, ‘Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia’. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya dan menghisapnya’. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menirukan gerakan si bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.

Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli. Sang ibu berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah aku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Dan pembicaraan itu berulang. Sang ibu berkata (kepada anaknya), ‘Dibelakangku berlalu seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia’. Lantas engkau berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia’. Lalu aku berlalu dihadapan wanita hamba sahaya ini dan aku katakan, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia’. Lalu engkau berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku seperti dia’. Bayi itu berkata, ‘Wahai ibu, sesungguhnya penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong di antara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanita itu, orang-orang berkata, ‘Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Dia mencuri, padahal ia tidak mencuri’. Sedang hamba sahaya tersebut berkata, ‘cukuplah Allah sebagai pelindungku’.

Keluarnya Dajjal

Yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat kubro adalah tanda-tanda yang apabila ia terjadi berarti Kiamat sudah diambang pintu. Dalam hadits riwayat Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2037) dari Hudzaefah bin Usaid al-Ghifari Rasulullah bersabda,

???????? ???? ???????? ?????? ??????? ????????? ?????? ?????? ???????? : ?????????? ? ????????????? ? ????????????? ? ?????????? ????????? ???? ??????????? ? ?????????? ??????? ???? ??????? ? ???????????? ???????????? ??????????? ???????? : ?????? ???????????? ? ???????? ???????????? ? ???????? ???????????? ???????? ? ??????? ?????? ????? ???????? ???? ???????? ???????? ???????? ????? ???????????? .

“Kiamat tidak tiba sehingga kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda, lalu beliau menyebutkan: Asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa putra Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman (di timur, di barat dan jazerah Arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman menggiring manusia ke Mahsyar mereka.”

Dari sepuluh tanda di atas dimulai pembahasan tentang Dajjal.Dajjal secara etimologi berarti penipu ulung dan pembual besar. Secara istilah dia adalah seorang laki-laki pembual pengaku dirinya Tuhan keluar di akhir zaman.

Sebabnya adalah karena satu amarah. Ummul Mukminin Hafshah bintu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata kepada Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Tidakkah kau tahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

???????? ???????? ???? ???????? ???????????

“Dia keluar hanyalah karena satu amarah yang ia rasakan.” (HR. Muslim no. 2932)

Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan perkara Dajjal pada satu hari. Beliau merendahkan dan kadang mengeraskan suaranya hingga kami menyangka dia ada di pojok kebun korma.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

?????? ??????????? ??????????? ?????????? ???? ???????? ??????? ???????? ??????? ?????????? ?????????? ?????? ???????? ???????? ???????? ????????? ???????? ???????? ??????? ??????????? ????? ????? ???????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ??????????? ???????? ????????? ???? ??????? ?????? ?????????? ???????? ???????????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ??????? ??????? ??????? ?????? ???????? ???????????? ??????? ????????? ??????? ????????? ??? ??????? ????? ???????????

“Selain Dajjal lebih aku takutkan (menimpa) kalian. Karena jika Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian niscaya aku akan menjadi pelindung kalian. Jika dia keluar ketika aku telah tiada maka setiap muslim akan menjadi pembela dirinya sendiri. Allah yang akan menjaminku membela setiap muslim. Dia adalah seorang pemuda yang sangat keriting, matanya tidak ada cahayanya, aku mengira dia mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya bacalah awal surat Al-Kahfi. Dia akan keluar dari jalan antara Syam dan Irak, berjalan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah, istiqamahlah.” (HR. Muslim no. 2937)

Dajjal merupakan cobaan paling besar yang menimpa manusia di dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

??? ?????? ?????? ????? ????? ??????? ?????????? ?????? ???????? ???? ???????????

“Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yang lebih besar dari Dajjal (dalam satu riwayat: fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal).” (HR. Muslim no. 2946)

Tidak ada satu negeri pun di bumi ini kecuali akan didatangi dan dikuasai Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

?????? ???? ?????? ?????? ?????????? ??????????? ?????? ??????? ?????????????? ???????? ?????? ???? ???????????? ?????? ???????? ?????????????? ?????????? ??????????? ?????????? ????????????? ?????????? ????????????? ??????? ????????? ???????? ???????? ??????? ????? ??????? ???????????

“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan didatangi (dikuasai) Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu celah pun di negeri tersebut kecuali ada malaikat yang menjaganya. Kemudian Dajjal datang ke suatu daerah -di luar Madinah- yang tanahnya bergaram. Bergoyanglah Madinah tiga kali, Allah keluarkan dengan sebabnya semua orang kafir dan munafiq dari Madinah.” (HR. Muslim no. 2943)

Di antara negeri yang tidak didatangi (tidak dikuasai) Dajjal adalah Baitul Maqdis dan bukit Tursina. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dia akan tinggal selama 40 hari mendatangi semua tempat kecuali empat masjid: Masjidil Haram, Masjid Madinah, Bukit Tursina (Palestina), dan Masjidil Aqsha (Palestina).” (HR. Ahmad dan lainnya. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Al-Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa)

Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar sehingga salah satu permohonan Nabi kepada Allah di dalam shalat adalah perlindungan darinya. Dari Aisyah bahwa Rasulullah berdoa di dalam shalat,

??????????? ?????? ???????? ???? ???? ??????? ???????? ? ?????????? ???? ???? ???????? ?????????? ?????????? ? ?????????? ???? ???? ???????? ????????? ??????????? . ??????????? ?????? ???????? ???? ???? ?????????? ????????????? .

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari dosa dan hutang.” (Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 447 dan Mukhtashar Shahih Muslim no. 306).

Rasulullah bersabda,

??? ?????? ?????? ????? ????? ??????? ?????????? ?????? ???????? ???? ??????????? .

“Tidak ada makhluk dengan fitnah terbesar sejak Allah menciptakan Adam sampai hari Kiamat melebihi Dajjal.” (HR. Muslim dari Imran bin Hushain. Mukhtashar Shahih Muslim no. 2058).

Di samping itu Rasulullah memperingatkan umatnya dari fitnahnya bahkan hal yang sama dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah bersabda,

?????? ???????????????? ????? ???? ??????? ?????? ???????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ????????? .

“Sesungguhnya aku memperingatkanmu dari Dajjal. Tidak seorang nabi pun kecuali dia memperingatkan kaumnya darinya. Demikian pula Nuh, dia memperingatkan umatnya darinya.” (Muttafaq alaihi dari Ibnu Umar. Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1246 dan Mukhtashar Shahih Muslim no. 2044).

Ciri-ciri Dajjal seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah dari dua kitab tershahih setelah kitabullah yaitu Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yaitu Mata kanannya cacat tertutup kulit tebal oleh karenanya dia disebut dengan al-Masih yang berarti orang yang dihapus yaitu matanya, matanya seperti anggur terapung, di antara keduanya tertulis kafir yang bisa dibaca setiap Mukmin atau orang yang membenci perbuatannya. baik orang tersebut bisa membaca atau tidak, berambut sangat keriting, kulitnya merah, berbadan tinggi besar mirip dengan Abdul Uzza bin Qathan bin Amru al-Khuzai, mandul tidak beranak. Dia keluar dari sebuah jalan di antara Syam dan Irak. Hidup di bumi selama empat puluh hari berbuat kerusakan, Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan dan satu hari seperti seminggu dan hari-hari lain seperti hari-hari biasa. Kecepatannya seperti hujan diterpa angin kencang. Dia mendatangi suatu kaum, dia mengajak mereka dan mereka beriman kepadanya dan menjawab ajakannya, lalu dia menyuruh langit dan ia menurunkan hujan, dia menyuruh bumi maka ia menumbuhkan, maka ternak-ternak mereka makmur, punuknya tinggi, susunya deras dan perutnya kenyang. Sebaliknya ketika Dajjal mengajak kaum yang lain lalu mereka menolaknya maka mereka ditimpa kesulitan hidup, harta mereka binasa sehingga mereka tidak memiliki apa pun.

Dajjal berkata kepada tanah kosong, “Keluarkan harta yang ada di perutmu”, maka ia pun keluar mengikutinya seperti lebah mengikuti ratunya. Dia mampu menghidupkan orang mati, dia membelah seorang pemuda kuat menjadi dua bagian, kedua bagian tersebut dipisah sejauh lemparan anak panah, lalu Dajjal memanggulnya dan ia pun datang dengan wajah berseri dan tertawa. Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi Ashbahan sebanyak tujuh puluh ribu. Tidak ada negeri di bumi ini kecuali Dajjal menginjakan kaki padanya kecuali Makkah dan Madinah, karena di setiap lorong yang menuju kepada keduanya terdapat malaikat yang berbaris dan bersenjata. Setiap kali Dajjal hendak memasukinya dia dihadang oleh malaikat dengan senjatanya.

Rasulullah bersabda,

?????? ???? ?????? ?????? ?????????? ?????????? ? ?????? ??????? ????????????? ? ?????? ???? ???? ?????????? ??????? ?????? ???????? ??????? ?????? ????????? ??????????????? .

“Tidak ada suatu negeri kecuali ia disambangi Dajjal selain Makkah dan Madinah tidak ada satu jalan dari jalan-jalan kedua kota tersebut kecuali padanya malaikat berbaris menjaganya.” (Muttafaq alaihi dari Anas bin Malik, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 866 dan Mukhtashar Shahih Muslim no. 2055).

Meskipun kehadiran Dajjal di akhir zaman telah ditetapkan oleh Rasulullah, ciri-cirinya telah diperinci oleh beliau, semua itu tercantum di hadits-hadits shahih, meskipun demikian masih ada sebagian kalangan yang tidak mempercayainya.

Katanya Dajjal hanyalah ilusi dan khayalan belaka. Apapun alasannya hal itu berarti tidak mempercayai Muhammad sebagai Rasulullah, atau ada sebagian kalangan yang mempercayainya akan tetapi mereka membelokkan maksud dan makna Dajjal kepada makna yang lain yang tidak sesuai dengan zhahir hadits-hadits yang ada. Katanya Dajjal adalah sebuah kekuatan angkara murka yang menindas kaum Muslimin seperti Amerika atau Israel saat ini, ia bukan orang. Apapun alasan pendapat ini ia adalah salah karena dalam hadits-hadits secara jelas disebutkan keterangan-keterangan yang tidak sesuai dengannya. Jadi ia sama dengan membelokkan leher dalil secara paksa ke arah yang tidak diinginkan oleh dalil itu sendiri.

Langkah apakah yang mesti diambil seorang Muslim dalam menghadapi Dajjal adalah memohon perlindungan kepada Allah darinya di setiap shalat sebelum salam.

Hal ini dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah. Logika sederhana, jika Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah darinya.

Menjauh dan menghindar dari Dajjal, hal ini karena Dajjal adalah fitnah terbesar dan cara mujarab menangkalnya adalah jangan mendekatinya. Lalu bagaimana jika seorang Muslim mendapatkannya? Hendaknya dia membaca beberapa ayat pertama surat al-Kahfi. Rasulullah bersabda,

?????? ?????????? ???????? ????????????? ???????? ????????? ???????? ???????? .

“Barangsiapa dari kalian mendapatkannya maka hendaknya dia membaca pembukaan surat al-Kahfi atasnya.” (HR. Muslim dari an-Nawas bin Sam’an, Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048).

Hendaknya seorang Muslim tetap memegang teguh akidahnya yang lurus dan imannya yang kokoh agar tidak tertipu oleh Dajjal.

???? ?????????? ?????? ????? ?????? ????? : ???????? ???????? ????? ???? ???? ???? ???? : ” ????? ???? ??????????? ????? ?????? ????? ???????? ? ???????? ????? ????? ???????? ???????? ???????? ??????? ??????? ? ???????? ?????? ????? ???????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ? ?????? ???????? ???????? ?????????? ??? ?????? ????? ???????? ????? ? ????????? ?????? ??????? .”

Dari Hudzaefah berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila Dajjal muncul, dia mempunyai air dan api. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah api maka ia justru air yang dingin. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah air yang dingin maka ia justru api yang membakar. Barangsiapa dari kalian mendapatkan itu maka hendaknya dia masuk ke dalam apa yang dilihatnya api karena ia adalah air yang dingin.” (Muttafaq alaihi. Lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1375, Mukhtashar Shahih Muslim no. 2046).

Dajjal mati di tangan al-Masih Isa putra Maryam. Dalam hadits Abdullah bin Amru yang panjang Rasulullah mengatakan hal ini. Sabda beliau,

?????????? ????? ??????? ???? ???????? ????????? ????????? ???? ?????????? ???????????? ???????????? .

“Lalu Allah mengutus Isa putra Maryam, dia mirip Urwah bin Mas’ud. Isa memburu Dajjal dan membinasakannya.” (HR. Muslim, Mukhtashar Shahih Muslim no. 2052).


Dalam hadits an-Nawas bin Sam’an yang panjang Rasulullah menjelaskan begini,

??????????? ???? ???????? ???? ?????? ????? ?????????? ???? ???????? … ???????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ????????????? .

“Manakala dia dalam kondisi tersebut Allah mengutus al-Masih putra Maryam…. lalu Isa memburunya sehingga dia menangkapnya di pintu gerbang Lud – kota yang terletak di sebelah barat Baitul Maqdis maka Isa membunuhnya.” (HR. Muslim, Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048).

Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

????????????? ???? ??????????. ?????: ??? ????????????? ??????? ?????????? ???? ??????????

“Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari bertanya.” (HR. Muslim no. 1)

Meskipun tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yang akan muncul sebelum terjadinya. Tanda-tanda hari kiamat ada dua, shugra dan kubra. Tanda kiamat shugra banyak jumlahnya, Di antaranya yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Jibril:

?????: ????????????? ???? ????????????. ?????: ???? ?????? ????????? ?????????? ?????? ????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ???????? ??????????????? ??? ????????????

“(Jibril) berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuannya, dan kamu lihat orang yang telanjang kaki dan telanjang badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim no. 1)

Adapun tanda kiamat kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:

???????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ????????? ???????? ???????????. ???????: ??? ?????????????? ???????: ???????? ??????????. ?????: ???????? ???? ???????? ?????? ???????? ????????? ?????? ??????. ???????? ?????????? ????????????? ????????????? ?????????? ????????? ???? ??????????? ?????????? ??????? ????? ???????? ???????? ?????????? ???????????? ???????????? ??????????? ???????? ?????? ????????????? ???????? ????????????? ???????? ???????????? ????????? ??????? ?????? ????? ???????? ???? ????????? ???????? ???????? ????? ????????????

Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

Di antara tanda kiamat kubra yang termaktub dalam hadits di atas adalah keluarnya Dajjal. Pembahasan masalah keluarnya Dajjal merupakan pembahasan penting disebabkan beberapa faktor yang disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu:

1. Banyaknya orang yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dakwah meragukan akan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan terbunuhnya Dajjal.

2. Kebanyakan manusia tidak terbiasa membicarakan masalah keluarnya Dajjal dan turunnya ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam.

(Lihat Qishshah Al-Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa, karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Dajjal Secara bahasa disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dalam kitab beliau At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai untuk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab (tukang dusta), Mumawwih (yang menipu manusia). Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian karena dia adalah manusia yang paling besar penipuannya.”

Dalam istilah syar’i:Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Seorang laki-laki pendusta (penipu) yang keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb.” (Syarah Lum’atul I’tiqad)

Para nabi telah memperingatkan akan keluarnya Dajjal. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??? ???????? ????????? ????? ????? ????? ???? ???????? ????? ?????? ??????????? ???????: ?????? ???????????????? ????? ???? ??????? ?????? ???? ?????????? ????????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ???????? ?????????? ?????? ?????? ??????? ???? ???????? ??????? ??????????? ???????????? ??????? ???????? ??????? ????? ?????? ??????????

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah matanya, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, 2930/169)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

????? ????????????? ????????? ???? ??????????? ??? ??????? ???? ??????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????? ????????? ?????????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ?????????? ???? ???????? ???????? ???????????? ????? ???????? ???? ?????? ????????

“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah matanya, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

??? ???? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ??????? ???????? ??????? ????????? ?????? ?????????? ???????????? ?????? ?????????? ? ? ?

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Buta satu matanya, pendusta. Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal: ? ? ? -yakni kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)

Dalam riwayat lain:

?????????? ????? ???????? ??????? ???????? ???????

“Bisa dibaca oleh semua mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak.” (HR. Muslim 2934/105)

Banyak kejadian telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang keluarnya Dajjal. Di antara kejadian-kejadian tersebut:

1. Banyaknya yang tewas ketika kaum muslimin melawan Romawi

Diriwayatkan dari Yusai bin Jabir: Bertiup angin di Kufah, datanglah seorang pria yang ucapannya hanyalah: “Ya Abdullah bin Mas’ud, kiamat telah datang.” Maka beliau duduk dan bersandar kemudian berkata: “Sesungguhnya kiamat tak akan terjadi hingga tidak dibagikan lagi warisan dan tidak bergembira dengan ghanimah.” Beliau berisyarat dengan tangannya ke arah Syam seraya berujar: “Akan ada musuh yang berkumpul untuk menyerang kaum muslimin maka kaum muslimin pun berkumpul untuk melawan mereka.” Aku katakan: “Romawi yang anda maksud?” Beliau menjawab: “Ya. Ketika itu akan terjadi peperangan yang dahsyat. Majulah kaum muslimin siap untuk mati (membela agama), tak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan tersebut hingga terhalangi waktu malam. Maka kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati telah tiada. Kemudian maju sekelompok kaum muslimin yang siap untuk mati, tidak pulang kecuali dalam keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yang siap mati pun habis. Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dalam jumlah yang tak pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung yang terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya. Ketika itu ada orang-orang yang mencari keluarga bapaknya hanya mendapatkan seorang saja padahal sebelumnya mereka berjumlah seratus orang. (Kalau begini keadaannya) dengan ghanimah seperti apa dia akan gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dalam keadaan demikian, mereka mendengar sesuatu yang lebih besar dari itu. Datang seseorang yang berteriak (bahwa) Dajjal telah mendatangi keluarga mereka. Maka mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka, dan mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu atau di antara pasukan berkuda yang terbaik di muka bumi ketika itu’.” (HR. Muslim no. 2899)

2. Banyaknya kemenangan diraih kaum muslimin

Dari Nafi’ bin ‘Utbah radhiyallahu ‘anhu: Kami bersama Rasulullah dalam satu peperangan. Datang kepada Nabi satu kaum dari Maghrib memakai pakaian dari wol (bulu domba). Mereka bertemu Rasulullah di sebuah bukit dalam keadaan berdiri sedangkan Rasulullah duduk. Batinku berkata: ‘Datangilah mereka dan berdirilah antara mereka dengan Rasulullah agar jangan sampai mereka menculik Rasulullah’. Kemudian aku berkata (dalam hati, -pen.): ‘Mungkin beliau ingin berbicara khusus bersama mereka.’ Aku pun mendatangi mereka dan duduk di antara Rasulullah dan mereka. Aku hafal dari beliau empat kalimat, aku hitung dengan jariku. Beliau berkata: ‘Kalian akan berperang melawan jazirah Arab dan Allah berikan kemenangan kepada kalian. Kemudian memerangi Persia dan kalian pun menang. Kalian memerangi Romawi kalian pun diberikan kemenangan oleh Allah. Dan kemudian kalian berperang melawan Dajjal, Allah juga memberikan kemenangan untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2900)

3. Kaum Muslimin menguasai Konstantinopel (Istanbul, red.)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga orang Romawi datang di A’maq atau Dabiq (dua tempat di Syam). Keluarlah pasukan dari Madinah untuk menghadapi mereka. Mereka adalah di antara penduduk bumi yang terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan, orang Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang telah ditawan dari kaum kami.’ Kaum muslimin berkata: ‘Tidak, kami tak akan membiarkan kalian memerangi saudara kami.’ Akhirnya mereka pun bertempur. Larilah sepertiga pasukan yang Allah tak akan memberi taubat kepada mereka, sepertiga pasukan muslimin terbunuh dan mereka adalah syuhada yang paling afdhal di sisi Allah, sepertiga pasukan lagi yang tersisa mendapat kemenangan dan mereka tak akan terkena fitnah (ujian) selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah (Konstantinopel, dahulu merupakan ibukota Romawi Timur, red.). Ketika mereka tengah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun, berteriaklah setan: ‘Masihid (Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian.’ Mereka pun keluar, padahal itu adalah berita batil. Ketika mereka sampai di Syam, keluarlah Dajjal….” (HR. Muslim no. 2897)

4. Dajjal keluar ketika telah sedikitnya orang Arab

Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

???????????? ???????? ???? ??????????? ??? ??????????. ??????? ????? ????????: ??? ???????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ?????: ???? ????????

“Sungguh manusia akan melarikan diri dari Dajjal ke gunung-gunung.” Ummu Syarik berkata: “Ya Rasulullah, di mana orang-orang Arab ketika itu?” Beliau menjawab: “Mereka sedikit.” (HR. Muslim no. 2945)

5. Sebelum keluarnya Dajjal, manusia tertimpa tiga paceklik yang dahsyat

Sehingga mereka mengalami kelaparan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan langit di tahun pertama untuk menahan sepertiga hujan, memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan tanah untuk menahan dua pertiga tanamannya. Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun ketiga menahan semua hujannya, tak ada yang turun satu tetespun dan memerintahkan tanah untuk menahan semua tumbuh-tumbuhan. (Sebagaimana dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu dan Asma` bintu Yazid Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha. Lihat kitab Qishshatu Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa wa Qatlihi Iyyahu karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Lama Tinggalnya Dajjal di Bumi

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

???????: ??? ???????? ????? ????? ???????? ??? ?????????? ?????: ???????????? ???????? ?????? ???????? ???????? ???????? ???????? ?????????? ????????? ?????????? ??????????????

“…Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, berapa lama Dajjal tinggal di bumi?’ Rasulullah berkata: ‘40 hari. Satu harinya seperti satu tahun, kemudian seperti sebulan, kemudian seperti sepekan, kemudian hari-hari lainnya seperti hari kalian sekarang…’.” (HR. Muslim no. 2937)

Yang Membunuh Dajjal

Setelah Dajjal tinggal di bumi 40 hari, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menurunkan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

???????? ??????????? ??? ???????? ?????????? ???????????? ??????? ?????????? ????? ??????? ????? ???????? ????????? ???????? ???? ?????????? ???????????? ????????????

“Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim no. 2940)

Dalam riwayat lain:

???????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ????????????

“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis –Palestina, red.). Beliau pun membunuhnya.” (HR. Muslim no. 2937)

Dalam hadits lain:

??????? ????? ??????? ????? ????? ????? ???????? ????????? ??? ???????? ?????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ???????? ?????????? ????? ???????? ???????????? ?????? ??? ??????????

“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala (yakni Dajjal, -pen.) melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, melelehlah (tubuhnya) sebagaimana garam meleleh di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa, akan tetapi Allah membunuhnya melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam, memperlihatkan darahnya kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.” (HR. Muslim 2897)

Kabut Yang Keluar Sebelum Hari Kiamat

Di antara tanda-tanda Kiamat kubro adalah munculnya asap sebelum Hari Kiamat yang memenuhi bumi, sehingga ia seperti sebuah rumah yang di dalamnya dinyalakan kayu bakar, ia menyerang orang-orang mukmin seperti influensa, dan masuk ke dalam jasad orang-orang kafir dan munafik melalui lubang tubuh mereka, maka mereka menggelembung sehingga ia keluar dari pendengaran mereka.

Munculnya tanda Kiamat ini dinyatakan oleh al-Qur’an dan sunnah Nabi saw dan sudah menjadi kesepakatan umat.

Adapun dalil dari al-Qur’an maka firman Allah swt, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih. (Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman’. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata, ‘Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila. Sesungguhnya (kalau) kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.” (QS. Ad-Dukhan: 10-16).

Adapun sunnah maka hadis riwayat Muslim dan lainnya dari hadits Hudzaefah bin Usaid Al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw melewati kami, sementara kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kiamat’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya ia tidak akan datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya’. Lalu beliau menyebutkan dukhan (kabut), Dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman: pembenaman di timur, pembenaman di barat dan pembenaman di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” (HR. Muslim no. 2901, Abu Dawud no.4311 dan at-Tirmidzi no. 2184).

Mengenai ijma’ maka umat Islam telah bersepakat bahwa dukhan adalah salah satu tanda Kiamat. Akan tetapi mereka berselisih pendapat tentang bentuk kabut ini. Apakah tanda ini telah terjadi dan berlalu atau ia belum terjadi?

Pendapat yang rajih adalah yang menyatakan bahwa dukhan ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang dikirim kepada hamba-hamba-Nya dan ia belum tiba. Ini adalah pendapat Ali bin Abu Thalib, Abu Said al-Khudri, Ibnu Abbas dan jumhur Salaf seperti Hasan al-Bashri dan lain-lainnya.

Ibnu Katsir mendukung pendapat dengan berdalil kepada zhahir hadits, “Kiamat tidak datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda, salah satunya adalah dukhan.” Dan kepada hadits dalam ash-Shahihain tentang sabda Nabi saw kepada Ibnu Shayyad, “Sesungguhnya aku menyembunyikan untukmu sesuatu.” Ibnu Shayyad menjawab, “Yaitu dukh.” Nabi saw bersabda, “Duduklah dalam keadaan terhina karena kamu tidak akan melebihi kadarmu.” Dan yang disembunyikan oleh Nabi saw adalah ayat ad-Dukhan, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” Hadits ini menunjukkan bahwa dukhan ini belum muncul, ia masih ditunggu.

Ali bin Abu Thalib, “Tanda dukhan ini belum terjadi, ia menyerang seorang mukmin seperti bentuk influensa dan menggelembungkan orang kafir sehingga dia binasa.”

Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim meriwayatkan dari Abdullah bin Abu Mulaikah berkata, “Suatu hari saya menemui Ibnu Abbas dia berkata, ‘Malam ini aku tidak bisa tidur sampai pagi’. Saya bertanya, ‘Mengapa?’ Dia menjawab, ‘Saya mendengar orang-orang berkata bahwa bintang berekor telah muncul. Saya khawatir dukhan telah muncul, maka saya tidak bisa tidur sampai pagi.”

Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah sanad yang shahih dari Ibnu Abbas Habrul Ummah dan Turjuman al-Qur’an. Dan begitulah pendapat sahabat-sahabat dan tabiin-tabiin yang sesuai dengan pendapatnya sesuai dengan hadits-hadits yang marfu’ baik yang shahih maupun hasan atau lainnya yang mereka sebutkan, semua itu mengandung isyarat yang yakin dan jelas bahwa dukhan adalah salah satu ayat yang masih ditunggu, di samping itu ia secara zhahir disinggung oleh Al-Qur’an.”

Firman Allah Tabaraka Wa Taala, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” Yakni jelas dan terang dilihat oleh siapa pun. Dan tidak seperti yang ditafsirkan oleh Ibnu Mas’ud, karena ia adalah hayalan yang dilihat oleh mata mereka, karena kelaparan yang sangat.

Begitu pula firman-Nya, “Yang meliputi manusia,” Yakni menutupi mereka dan membuat mereka tidak melihat, jika dukhan hanyalah hayalan yang khusus bagi penduduk Makkah yang musyrik, tentunya tidak dikatakan, “Meliputi manusia.”

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata, “Sabdanya saw tentang tanda-tanda Kiamat, ‘Kiamat tidak datang sehingga sebelumnya kalian melihat sepuluh tanda, di antaranya dukhan dan Dajjal.” Hadits ini mendukung pendapat yang mengatakan bahwa dukhan adalah dukhan yang menyerang nafas orang-orang kafir dan menyerang orang mukmin dalam bentuk influensa dan bahwa ia belum tiba, ia akan terjadi menjelang hari Kiamat. Dan telah dijelaskan dalam kitab Bad’ul Khalqi ucapan orang yang mengatakan ini dan pengingkaran Ibnu Mas’ud kepadanya, di mana Ibnu Mas’ud menyatakan bahwa itu adalah ibarat kekeringan yang menimpa Quraisy sehingga mereka melihat di langit seperti ada kabut. Pendapat Ibnu Mas’ud ini diikuti oleh beberapa kalangan. Sementara pendapat yang lain dinyatakan oleh Hudzaefah, Ibnu Umar dan Hasan. Dan Hudzaefah meriwayatkan dari Nabi saw bahwa dukhan ini berlangsung selama 40 hari. Dan bisa jadi itu adalah dua Dukhan untuk menggabungkan antara atsar-atsar yang ada.”

Beriman kepada Hari Akhir

Beriman kepada Hari Akhir artinya meyakini dengan teguh apa yang diberitakan oleh Allah dalam kitabNya dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya terkait dengan peristiwa yang terjadi sesudah mati, mulai fitnah kubur, azab dan nikmat kubur dan seterusnya sampai surga dan neraka.

Beriman kepada Hari Akhir adalah rukun iman yang kelima dari enam rukun iman. Di dalam al-Qur`an dan di dalam hadits beriman kepada Hari Akhir sering digandengkan dengan beriman kepada Allah karena orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak mungkin beriman kepada Allah, orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak akan beramal, orang beramal karena ada harapan kemuliaan di Hari Akhir dan ada ketakutan terhadap azab di Hari akhir, jika dia tidak beriman kepadanya maka dia seperti orang-orang yang disebutkan oleh Allah dan firmanNya,

“Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa,’ dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (Al-Jatsiyah: 24).

Hari Akhir disebut demikian sebab tidak ada hari setelahnya. Perlu diketahui bahwa al-Qur`an menetapkan lima fase yang dilalui oleh setiap orang: fase ketiadaan, fase alam rahim, fase dunia, fase alam Barzakh dan yang terakhir adalah alam akhirat.

Fase pertama ditetapkan oleh firman Allah, “Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Al-Insan: 1).

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu.” (Al-Baqarah: 28).

Fase kedua ditetapkan oleh firman Allah,“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (Az-Zumar: 6).

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.” (Al-Haj: 5).

Fase ketiga ditetapkan oleh firman Allah,“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An-Nahl: 78).

“Kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.” (Al-Haj: 5).

Fase ketiga ini adalah fase ujian, ia merupakan tolak ukur kebahagiaan dan kesengsaraan untuk fase selanjutnya. Firman Allah, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (Al-Mulk: 2).

Fase keempat ditetapkan oleh firman Allah, “Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun: 100).

Fase kelima merupakan tujuan akhir, ia ditetapkan oleh firman Allah, “Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat.” (Al-Mukminun: 15-16).

Dalil yang menetapkan kewajiban beriman kepada Hari Akhir berjumlah banyak, ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Yang pertama hadir dalam bentuk perintah beriman kepada Hari akhir dan penetapan bahwa beriman kepada Hari Akhir termasuk sifat orang-orang yang beriman. Yang kedua tentang penetapan terhadap sebagian perkara hari Akhir seperti kebangkitan, hisab, pembagian buku catatan amal dan lain-lain.

Dalil yang pertama seperti firman Allah,“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, Hari Kemudian dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 62).

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.” (Al-Baqarah: 177).

Sabda Nabi saw,

???? ???????? ??????? ??????????????? ?????????? ???????????? ?????????? ???????? ?????????? ?????????? ???????? ????????? .

“Engkau beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada Hari Akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalil yang kedua seperti firman Allah tentang kebangkitan, “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, ‘Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’ Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun: 7).

Firman Allah tentang hisab dan pembagian buku catatan,“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, ‘Celakalah aku.’ Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Insyiqaq: 6-12).

Di antara perkara pokok yang menjadi pertentangan antara Rasulullah saw dengan masyarakat jahiliyah adalah kehidupan sesudah kematian. Masyarakat jahiliyah menganggap mustahil dan tidak nalar kalau jasad yang sudah habis dimakan tanah dihidupkan kembali. Di dalam al-Qur`an Allah menyampaikan ucapan-ucapan mereka yang mengungkapkan pengingkaran mereka terhadap kehidupan setelah kematian. Firman Allah, “Mereka berkata, ‘Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan ? Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!” (Al-Mukminun: 82-83).

“Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.” (Qaaf: 3).

Penyair mereka berkata,

?????? ????? ?????? ????? ??????

???????? ????????? ??? ????? ???????

Karena kuatnya pengingkaran mereka terhadap kebangkitan sesudah kematian maka al-Qur`an menyanggah dan meyakinkan mereka dengan metode:

Al-Qur`an menetapkan kodrat dan kekuasaan Allah dalam menciptakan makhluk-makhluk yang besar lagi agung. Selanjutnya al-Qur`an menetapkan jika Allah berkuasa menciptakan makhluk-makhluk tersebut lalu apa yang menghalangi Allah untuk menghidupkan orang mati di mana ia lebih mudah? Firman Allah, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al-Ahqaf: 33).

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ghafir: 57).

Al-Qur`an menetapkan bahwa Allah menciptakan manusia yang sebelumnya dalam ketiadaan, selanjutnya al-Qur`an menetapkan jika Allah mampu menciptakan manusia dari ketiadaan niscaya lebih mudah bagiNya mengembalikan manusia yang sebelumnya telah ada karena siapa pun mengetahui bahwa mengembalikan yang sudah ada lebih mudah daripada menciptakan dari ketiadaan. Firman Allah, “Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNya-lah sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi; dan Dia-lah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ar-Rum: 27).

“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?’ Katakanlah, ‘Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (Yasin: 78-79).

Al-Qur`an mengajak manusia melihat kepada bumi yang mati lalu Allah menurunkan air dari langit dan menghidupkan bumi. Bukankah ini adalah menghidupkan setelah kematian? Firman Allah, “Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Haj: 5).

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Az-Zukhruf: 11).

Al-Qur`an menetapkan peistiwa-peristiwa penghidupan sebagian orang yang mati di dunia ini sebagai bukti tidak terbantahkan akan kekuasaan Allah dalam menghidupkan setelah mematian. Firman Allah, “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, ‘Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaannya agar kamu mengerti.” (Al-Baqarah: 72-73).

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka, ‘Matilah kamu,’ kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Al-Baqarah: 243).

Hari Kiamat

Hari Kiamat merupakan hari yang digambarkan sebagai musnahnya seluruh alam dan bumi dan kebangkitan semula. Kiamat berasal dari perkataan bahasa Arab iaitu ???? yang bermaksud bangkit atau bangun. Ia merupakan satu kepercayaan dalam agama Ibrahim, termasuk Yahudi, Kristian dan Islam.

Nama-nama hari kiamat dalam Islam. Nama-nama tersebut disebut dalam al-Quran:
No
Transliterasi
Arab
Terjemahan

1
Yawm al-Qiy?ma?
??? ???????
Hari kebangkitan

2
al-S?’a?
??????
Waktu

3
Yawm al-Akh?r
??? ?????
Hari Akhir

4
Yawm al-D?n
??? ?????
Hari akhir (agama)

5
Yawm al-Fa?l
??? ?????
Hari keputusan

6
Yawm al-?is?b
??? ??????
Hari perhitungan

7
Yawm al-Fat?
??? ?????
Hari pengadilan

8
Yawm al-Tal?q
??? ??????
Hari perpisahan

9
Yawm al-Jam’(i)
??? ?????
Hari pengumpulan

10
Yawm al-Khul?d
??? ??????
Hari kekekalan

11
Yawm al-Khur?j
??? ??????
Hari Keluar

12
Yawm al-Ba’th
??? ?????
Hari Kebangkitan

13
Yawm al-?asra?
??? ??????
Hari penyesalan

14
Yawm al-Tan?d
??? ??????
Hari pemanggilan

15
Yawm al-?zifa?
??? ??????
Hari mendekat

16
Yawm al-Tagh?bun
??? ???????
Hari terbukanya aib

17
Yawm al-Wa’?d
??? ??????
-

18
Yawm al-A??m
????? ??????
Hari agung

19
al-Yawm al-Masyh?d
????? ???????
Hari penyaksian

20
al-Q?ri’a?
???????
Bencana yang menggetarkan

21
al-Gh?syia?
???????
Bencana yang tak tertahankan

22
al-??khkha?
??????
Bencana yang memilukan

23
al-T?mma? al-Kubr?
?????? ??????
Bencana yang melanda

24
al-??qqa?
??????
Kebenaran esar

25
al-W?qi’a?
???????
Peristiwa besar


Sesungguhnya setiap makhluk hidup, apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan.Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang.

Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis. Dari makna ini, maka saa’ah atau kiamat mengandung dua macam, yaitu : Saa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya. Saa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.

Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya? Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Terjadinya kiamat adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Allah SWT. Berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman 34).

Maka ketika ditanya tentang hal ini, Rasulullah saw. Mengembalikannya kepada Allah swt., “Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat.” (Fushilat: 47)

Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba. “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (Al-A’raaf: 187)

Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya. “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula’).” (Al-An’am: 158)

Tanda-Tanda Kiamat



Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.


Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.

Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinahan

13. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)

15. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Tanda-Tanda Kiamat Besar

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifaryberkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi MuhammadS.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :
Asap
Dajjal
Binatang melata di bumi
Terbitnya matahari sebelah barat
Turunnya Nabi Isa A.S
Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
Gerhana di timur
Gerhana di barat
Gerhana di jazirah Arab
Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa.Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.

Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka. Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, iaakan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.

Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’. Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.Sakan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.

Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satulagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini,bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda,” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualandi pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina,orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”

Berkata Ali bin Abi Talib,Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja,agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut AsmaAllah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain dari pada agama, orang lelaki taat kepada isterinya,mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya: Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :
Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.

Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut Kiamat.

Kiamat pasti tiba tanpa ragu sedikit pun, kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Qur`an dalam jumlah yang besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:

a. Firman Allah, “Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).

b. Firman Allah, “Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).

c. Firman Allah, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).

Dari sunnah Nabi saw di antaranya sabda beliau,

???????? ????? ???????????? ??????????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????? .

“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Meskipun Kiamat pasti terjadi akan tetapi Allah merahasiakan waktunya. Dia tidak berkenan memberitahukan kepada seorang pun, tidak kepada nabi yang diutus tidak kepada malaikat yang dekat. Jadi ilmu tentangnya mutlak di tangan Allah semata.

Dalil yang menetapkan hal itu di antaranya:

Firman Allah, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 187).

Firman Allah, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman: 34).

Firman Allah, “Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab: 63).

Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi saw menjawab,

??? ???????????? ??????? ?????????? ???? ?????????? .

“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Walaupun Allah merahasiakan kapan terjadinya Kiamat akan tetapi tidak dengan tanda-tandanya. Dia berkenan memberitahukannya kepada Nabi saw lalu beliau menyampaikannya kepada kita. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,

??? ???????? ?????????? ?????? ?????????? ????????? ????????????? ? ???????? ??????????? ?????????? ?????????? ? ????????????? ????????? . ???????? ???????? ???????????? ???????????? ? ???????? ???? ??????????? ? ????????? ???????? ??????? ???????? ????? ? ???????? ???????? ???????? ?????????? ???????????? ? ????????????? ?????????? ? ?????????? ???????? ? ?????????? ???????? ? ?????? ???????? . ???????? ???????? ???????? ??????? ? ?????????? ?????? ??????? ????? ??????? ???? ???????? ?????????? ? ???????? ?????????? ? ?????????? ?????? ?????????? ???????? : ??? ?????? ??? ???? . ???????? ??????????? ???????? ??? ??????????? . ???????? ??????? ????????? ???????? ????????? ?????????? : ??? ????????? ???????? .

“Kiamat tidak terjadi sehingga ada dua kelompok besar bertikai yang memakan korban besar, seruan keduanya satu, dan sehingga muncul para Dajjal pembual besar mendekati 30, semuanya mengaku sebagai rasul Allah dan sehingga ilmu diangkat, gempa terjadi dalam jumlah besar, zaman menjadi dekat, fitnah besar muncul dan pembunuhan merajalela, sehingga harta melimpah di kalangan kalian, ia melimpah sehingga pemilik harta mencari-cari siapa yang menerima sedekahnya, dan sehingga dia menawarkannya maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak memerlukannya,’ sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan dan sehingga seseorang melewati kubur orang lain dan dia berkata, ‘Seandainya aku yang menggantikannya’.”