Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Beda memori DDR dan DDR2


Perbedaan memori DDR dengan varian DDR2 dapat dengan mudah dilihat dari segi fisiknya. Tentunya selain perbedaan pada bentuk rupa fisiknya, perbedaan juga jelas terdapat pada kecepatan dan kinrjanya.

Adapun perbedaan pada fisik antara memori jenis DDR dengan jenis DDR2 yang pertama adalah pada jenis chip memori yang digunakan. Pada memori jenis DDR, chip memori (IC)yang digunakan pada board modul memori adalah adalah jenis TSOP (Thin Small-Outline Packege). Bentuknya adalah empat persegi panjag dengan kaki-kaki di sisi kiri dan kanannya. Jarang sekali modul memori DDR yang menggunakan chip memori jenis BGA.

Pada memori jenis DDR2, jenis chip memori yang digunakan adalah tipe BGA (Ball Grid Away). Bentuknya ada yang empat persei panjang, adapula yang berbentuk bujur sangkar. Tetapi, tidak seperti chip memori jenis TSOP, kaki-kaki pada memori jenis BGA tidak terlihat mata karena terletak dibawah chip dan langsung dan langsung ditancapkan ke board modul memori.

Perbedaan secara fisik lainnya yang dapat dilihat secara kasat mata adalah pada notch yang tersedia di board memori di bagian golden finger alias konektor slot memori di motherboard. Pada jenis memori DDR2, notch ini terletak sedikit lebih ke tengah board modul memori, sedangkan pada memori DDR, notch ini terletak sedikit ke arah sisi kanan.

Perbedaan secara fisik terakhir yang dapat dilihat dengan mudah adalah jumlah pin yang digunakan. Memori DDR memiliki pin sebanyak 184 buah (92-pin di setiap sisinya), sedangkan memori jenis DDR2 memiliki pin yang lebih kecil dan padat Jumlahnya 240 buah (120-pin di setiap sisi).


Dari sisi kecepatan, memori jenis DDR2 yang terendah adalah yang memiliki clock speed 200MHz (DDR2 400 atau PC-3200), sedangkan memori jenis DDR adalah yang memiliki clock speed 100MHz (DDR 200 atau PC-1600). Memori jenis DDR tertinggi yang didukung resmi oleh JEDEC (Joint Electron Divice Engineering Council) atau badan standarisasi industri elektronik dan semikonduktor adalah DDR 400 (PC-3200) sedangkan memori DDR2 yang saat ini sudah tercatat sebagai standar memori DDR2 adalah DDR2 400 (PC-3200), DDR2 533 (PC-4300), DDR2 667 (PC-5300), dan DDR2 800 (PC-6400).

Dari sisi kinerja, dengan clock speed yang yang sama, sistem yang menggunakan jenis memori DDR biasanya memiliki kinerja yang relatif sama dengan sistem yang menggunakan memori DDR2. Pada banyak kasus, malah kinerja yang menggunakan memori DDR lebih baik dari pada DDR2. Hal ini dimungkinkan karena latency dan timing memori DDR lebih baik dibandingkan dengan memori DDR2. Tetapi kembali lagi. Memori jenis DDR tidak ada yang diproduksi dengan kecepatan melebihi 600MHz, sedangkan DDR2 masih bsa dipatok pada kcepatan jauh di atas itu. Saat ini ada varian baru lagi dari memori RAM, yakni DDR3 yang memiliki clock speed yang lebih besar dibandingkan dengan DDR2.

Mengatasi Troubleshoot Pada Hardware

Masalah dengan komponen Hardware perlu penanganan yang serius karena sulit dilokalisir dan disingkirkan tanpa tools yang tepat, keahlian dan pengalaman yang menunjang. Penjelasan akan berkisar pada masalah yang sering terjadi disertai dengan cara mengatasinya.


A. Masalah Pada Power Supply

1. Gejala : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (LED) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.

>> Solusi : Power supply mudah rusak, karena tidak menggunakan stabilizer.Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakang Power Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.
2. Gejala : Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (LED) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor menyala.
>> Solusi : Lakukan seperti langkah diatas, tetapi jika masih belum ada respon berati masalah ada pada Power Supply, Silahkan anda ganti PS nya, disarankan sebaiknya ganti saja Power Supply yang rusak dengan yang baru, dan hati-hatilah dalam pemasangannya.


B. Masalah pada Motherboard

1. Gejala : Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (LED) di panel depan menyala, LED monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
>> Solusi : Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboard/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup casing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya, jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Motherboard (VGA Card, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada casing hanya Motherboard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.

Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Motherboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.


C. Masalah Pada Harddisk

1. Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failure”, setelah itu muncul pesan "press F1 to continue" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".
>> Solusi : Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.
2. Gejala : Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".
>> Solusi : Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ulang atau jika OS anda menggunakan Windows 2000/XP ada fasilitas Repair-nya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas.
3. Gejala : BIOS tidak mengenali hard disk, tetapi motor hard disk berputar.
>> Solusi : Setting jumper yang salah dan kabel IDE tidak terpasang dengan benar menyebabkan hal seperti itu. Jika menggunakan beberapa hard disk, hard disk yang terdapat OS harus dipilih sebagai Master dan dilakukan degan perantaraan jumper. Cara mengatur jumper yang benar biasanya tercantum pada stiker di badan hard disk. Bila BIOS masih belum mengenali hard disk, periksa apakah semua koneksi IDE telah terpasang dengan benar atau tidak.
4. Gejala : Harddisk bad sector?
>> Solusi : Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shut down, dan pemakaian yang terlalu lama. Ada 2 jenis bad sector yaitu secara physical damage dan logical damage.
- Umumnya, pengguna end-user hanya bisa mengatasi masalah hilangnya data secara tidak sengaja yang disebabkan oleh file system (logical damage). Kerusakan ini cenderung ringan. Biasanya hal ini disebabkan kegagalan penulisan file system secara lengkap, masalah suplai listrik yang terganggu. File system bisa menjadi tidak stabil dan berada dalam kondisi yang tidak seharusnya. Hasilnya adalah kekacauan dalam proses penyimpanan file. Biasanya, kasus ini dapat diatasi dengan menggunakan software data recovery yang tepat, misalnya GetDataBack dan Ontrack Easy Recovery.
- Untuk kasus yang lebih berat (physical damage), seperti motor hard disk yang tidak berfungsi, PCB terbakar, piringan hard disk menghitam atau kasus lainnya yang merusak hard disk secara fisik, tampaknya dibutuhkan jasa data recovery profesional.

5. Gejala : Hard disk kadang-kadang berhenti berfungsi dan menimbulkan bunyi ‘klak-klak’. Setelah masuk ke Windows, sering muncul tampilan laporan Blue Screen.
>> Solusi : Masalah ini terjadi karena usia hard disk yang sudah lewat, cacat fisik serius. Segeralah back up hard disk dan beli sebuah hard disk pengganti. Dengan menggunakan freeware ‘NTFS4DOS’ anda dapat mereparasi partisi secara darurat dan menyelamatkan data yang ada.


D. Mengatasi Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW

1. Gejala : Jenis kerusakan yang biasa ditemui adalah :
- Tidak terdeteksi di Windows (OS).
- Tidak bisa keluar masuk CD.
- Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
>> Solusi :
a. Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD, perikas di setup BIOS apakah sudah dideteksi? Sebaiknya diset auto. Periksa apakah LED menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
b. Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
c. Kerusakan biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara mengeset ulang optik tersebut.
d. Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cottonbud


E. Masalah BIOS

1. Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
>> Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya. Disana tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus. Untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki fasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen. Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik posisinya.

2. Gejala : CPU mengeluarkan serangkaian suara Beep beberapa kali di speakernya dan BIOS tidak dapat ditampilkan, padahal monitor tidak bermasalah.
>> Solusi : Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS. Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC. Biasanya kesalahan pada Memory yang tidak terdeteksi, VGA Card yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya. Silahkan anda periksa masalah tersebut.

Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama, tergantung dari jenis BIOS nya.

a. AMI BIOS
- Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak
- Beep 6x : Kesalahan Gate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya
sendiri
- Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau rusak
- Beep 11x : Checksum Error, periksa Baterai BIOS, dan ganti dengan yang baru.
b. AWARD BIOS
- Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak
- Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), periksa bisa juga
pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk)
- Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang.
- Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.


F. Baterai CMOS Rusak / Lemah

1. Gejala : Muncul pesan CMOS Checksum Failure / Baterai Low, diakibatkan tegangnya yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan baterai lemah, sehingga setting-an BIOS kembali ke Default-nya/seting-an standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
>> Solusi : Segera Ganti Baterai CMOS-nya.


G. Mengatasi Lambannya Kinerja Komputer

1. Gejala : Komputer sering tampil blue screen.
>> Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan System Windows ada yang rusak, bisa dari Memory, bisa dari hard disk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan. Repair kembali Windows-nya dan lebih baik ganti komponen yang disebutkan tadi.
2. Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat.
>> Solusi : Penyebab komputer prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hard disk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk bad sector. Sebaiknya uninstall program/software yang sudah tak terlalu digunakan kembali.
3. Gejala : Komputernya mati, tidak mau menyala sama sekali atau kadang hanya sampai tampilan awal kemudian berhenti / hang.
>> Solusi : Komputer yang mati/hang sebelum masuk ke sistem operasi penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya :
a. Cek kabel, mulai dari kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel Power ke Monitor, kabel
Monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke Komputer. Pastikan pemasangannya telah sesuai
dan kencang, serta arus listriknya ada dan cukup.
b. Jika terdapat CD-ROM / DVD-ROM dan bisa dibuka/tutup, maka kemungkinan
permasalahan ada di komputer (CPU), mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard
atau motherboard itu sendiri, cek pemasangan kabelnya.
c. Jika dua langkah diatas sudah dicek, dan masih belum menyala, matikan komputer dan Reset
BIOS di Motherboard. Caranya bisa dilihat di buku panduan motherboard, dan cari menu
Reset BIOS. Biasanya untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada
3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset, tinggal
melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2
sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepas dan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan
sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula.
d. Jika BIOS telah di reset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada di
motherboard. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembali dan nyalakan komputer.
Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru.
Apalagi jika jam di komputer sering tidak cocok.
e. Jika kipas Processor / VGA berputar, tetapi komputer masih belum menyala, maka
kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS motherboard atau Motherboard memang
sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di Update, tetapi sebelum update, komputer harus bisa
menyala (masuk BIOS) terlebih dahulu. Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel Hard disk,
CD-ROM, Floppy. Kemudian, lepas Memori komputer (RAM) dan ganti di slot yang lain atau
gunakan memori komputer lain. Hal ini mungkin harus diulangi sampai beberapa kali, hingga
ada tanda-tanda kehidupan.
f. Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hard disk berputar dan lampu LED CPU berkedip-kedip
tetapi monitor tidak ada tampilannya, maka kumungkinan VGA (Kartu Grafis) komputer yang
bermasalah. Coba ganti dengan VGA lain atau cek VGA tersebut di komputer lain (Hal ini jika
VGA tidak jadi satu dengan motherboard).
g. Jika dengan semua langkah diatas, komputer juga belum menyala, mungkin komputer perlu
di service orang yang lebih ahli. Untuk mengetahui lebih detail permasalahan motherboard
atau ingin menjadi teknisi, sebaiknya membeli sebuah alat khusus yang disebut PC Analyzer,
yang memang dirancang untuk mengetahui kerusakan motherboard. Silahkan berbagi
pengalaman anda mengenai komputer yang tiba-tiba mati dan tidak mau menyala.

Sebenarnya, troubleshoot hardware itu cukup banyak sekali. Tidak hanya dari komponen utama komputer saja, tetapi hardware lain seperti monitor, printer dan lain-lain. Dilihat dari keseluruhan, sebenarnya secara praktek kita bisa mengatasi troubleshoot hardware ini dengan mudah, tetapi ini harus memiliki pengetahuan hardware, karena semua hal ini berhubungan dengan membongkar komputer juga. Faktor-faktor Troubleshoot ini terjadi karena pasokan listrik yang buruk, pengguna yang cenderung tidak memperhatikan pemakaian komputer, dan lamanya usia suatu hardware, sehingga muncul ketidakstabilan antara hardware satu dengan yang lainnya. Jika tidak bisa, maka cara lainnya dengan memanggil jasa servis komputer.

Jumat, 14 Januari 2011

Partisi Harddisk dengan Partition Magic 8.0




       Partisi harddisk, kadang sering kita dengar kata itu, tapi apa sih maksud dari partisi harddsik itu? Secara umum partisi harddisk ialah proses memberi bagian atau memecah ruang harddisk yang tersedia menjadi beberapa bagian. Contoh, jika kita mempunyai harddisk sebesar 40 GB yang belum di partisi, maka jika kita membuka windows explorer maka akan terbaca sebagai Local Disk (C:) namun terkadang kita melihat di komputer lain dengan besar harddisk yang sama tetapi terbaca 2 bagian yaitu Local Disk (C:) dan Local Disk  (D:), inilah yang dimaksud harddisk di partisi menjadi 2 bagian yang besarnya masing-masing bagian itu bisa kita sesuaikan.
Setelah kita mengetahui apa itu partisi harddisk, sekarang mari kita mencoba membuatnya dengan bantuan software Partition Magic keluaran PowerQuest(R). Di sini saya mengambil contoh denganmenggunakan Partition Magic Pro 8.0. Jika anda belum memiliki software ini, searching aja diGoogle,OK
Setelah anda memiliki software tersebut, silahkan install terlebih dahulu,
Cara menginstall Partition Magic Pro 8.0 :
1.    Buka folder Partition Magic Pro 8.0, silahkan anda cari file Setup.exe
2.    Tunggu sampai proses persiapan installasi selesai
3.    Setelah proses persiapan selesai, maka akan tampil window PartitionMagic 8.0 Setup. Silahkan pilih Next
4.    Isikan User Name, Company Name dan Serial Number yang anda miliki ( Untuk user name dan company name bebas ), kemudian pilih Next
5.    Setelah itu pilih Yes untuk memberi persetujuan terhadap Licence Agreement yang tampil.
6.    Kemudian pilih Next ( 3 kali ) sampai proses installasi berjalan secara automatis
7.    Setelah proses installasi selesai, maka akan ditanyakan apakah anda ingin membuat Rescue Disket ? untuk contoh ini kita abaikan saja penawaran itu dengan memilih No
8.    Buanglah 2 kotak yang ter-ceklist / tercentang pada window yang tampil, lalu pilih Finish
Sekarang komputer anda telah terinstall PartitionMagic 8.0, untuk langkah selanjutnya mari kita membuat partisi harddisk dengan bantuan software tersebut.
Cara membuat partisi harddisk :
1.    Silahkan anda aktifkan software PartitionMagic 8.0
2.    Setelah tampil window PartitionMagic 8.0, klik nama harddisk anda ( Disk 1 ) pada bagian sebelah kanan atas window PartitionMagic 8.0
3.    Pada bagian pick a task… ( lihat sebelah kiri atas window PartitionMagic 8.0 ) pilih Create an new partition
4.    Silahkan pilih Next untuk melanjutkan
5.    Pilih harddisk yang akan kita paritisi, lalu Next
6.    Kemudian silahkan pilih lokasi partisi, untuk contoh ini silahkan pilih After C: (Recommended)
7.    Sekarang tentukanlah besarnya partisi yang diinginkan di bagian size dengan berpedoman pada informasi di sebelah kanan kotak tersebut ( Maximum Size & Minimum Size ), setelah itu pilih Next
8.    Setelah kita menentukan besarnya partisi, maka akan ditampilkan perkiraan partisi harddisk sesuai data yang anda masukkan tadi. Jika sudah yakin dengan besarnya partisi harddisk anda silahkan pilih Finish
9.    Sekarang silahkan anda klik tombol Apply yang ada di bagian kiri bawah window PartitionMagic 8.0
10.    Jika tampil window konfirmasi, silahkan anda pilih Yes atau OK, untuk memulai proses mempartisi harddisk
Setelah 10 langkah di atas anda jalankan maka windows akan restarts untuk memulai proses mempartisi harddisk anda, silahkan anda tunggu proses tersebut hingga selesai.

Note : Jangan menekan tombol apapun setelah komputer anda restart, untuk menghindari gagalnya proses partisi tersebut.

Jumat, 26 November 2010

perbaiki Bad Sector HDD



gan...
pernah mengalami kerusakan Baad sector HDD ga.., kalo pernah jangan buru buru dibuang., kan sayang...


nah coba kita usahain dengan nih Software.., namanya HDD Regenerator gan.., buat perbaiki bad sector HDD...

nich link downloadnya :
http://www.4shared.com/get/oat5NSYe/HDReg17.html

nah kita langsung ajah...
Spoiler for gambar:


tapi ga semua bad sector bisa diperbaiki, tapi ga ada salahnya kan nyoba...???

Spoiler for screenshot:


Spoiler for screenshot:

Kamis, 25 November 2010

Norton Partition Magic 8.05

Key Technologies
* Partitions hard drive
* Create, resize, copy partitions
* Run multiple operating systems

Features
* Divides hard drive into two or more partitions
* Runs multiple operating systems on the same PC
* BootMagic™ makes it easy to switch between operating systems
* Copy, move, resize, split, or merge partitions
* Guides you through the partitioning process
* Easy to find, copy and paste files in both Windows® and Linux® partitions
* Create and modify partitions up to 300GB*
* Supports USB 2.0, USB 1.1, and FireWire® external drives**
* Supports and converts partitions among FAT, FAT32, NTFS, Ext2, and Ext3
* Enlarge an NTFS partition without restarting computer
* Resizes NTFS system clusters to the most effective size

System Requirements:
Windows® XP Home Edition/Professional
* 233MHz or higher processor
* 128 MB of RAM

Windows 2000 Professional
* 150MHz or higher processor
* 64 MB of RAM

Windows NT WS/Me/98/98SE
* 150MHz or higher processor
* 32 MB of RAM

REQUIRED FOR ALL INSTALLATIONS
* 55 MB of available hard disk space
* DVD or CD-ROM drive

How to install:
1. Download and extract 'Norton_Partition_Magic_8.05___Serial.rar'
2. Open the 'setup' folder in 'Partition Magic 8.05' and double click 'setup.exe' and follow the instructions to install.
3. During setup (when asked for name and serial key etc) open '~Spam~' in the 'Partition Magic 8.05' folder.
4. Copy(CTRL+C) one of the serial keys and paste(CTRL+V) it into the part where it says 'Serial:___'.
5. In the part where it wants you to put your name, put anything theyre.
6. Click next and continue to finish the installation and your done.


DOWNLOAD LINK

Code:
Code:
http://rapidshare.com/files/351214506/Norton.PM.8.05_PlatinumW.Org.rar


Code:
http://hotfile.com/dl/28745277/74fe4b2/Norton.PM.8.05_PlatinumW.Org.rar.html

Sabtu, 06 November 2010

cara partisi harddisk secara aman tanpa software di windows 7

Ini adalah merupakan salah satu kelebihan dari windows 7 ketimbang windows xp, yaitu bisa membuat partisi harddisk secara aman tanpa menggunakan software. Pada windows xp untuk mempartisi harddisk dilakukan dengan menggunakan software semacam Norton partition magic, ranish partition manager, Eazeus Partition Manager dan masih ada yang lainnya. Bagi sahabat yang masih menggunakan windows xp, jika mau melakukan partisi harddisk bisa mengunduh softwarenya disini :
NPMPortable.exe,
eazeus partition manager .zip,
Ranish Partition Manager

Mempartisi harddisk merupakan hal yang lebih baik dilakukan pada sebuah computer. Dengan adanya beberapa partisi harddisk, maka kita akan bisa mengatur letak atau lokasi drive untuk system, dan drive untuk penyimpanan data. Dengan demikian jika suata saat windows mengalami crash, atau rusak, dan perlu untuk diinstall ulang, maka data yang disimpan akan tetap terjamin keamanannya. Selain hal tersebut, dengan mempartisi harddisk kita akan lebih mudah dan lebih cepat untuk melakukan defragmentasi, daripada harddisk yang tanpa partisi akan lebih mamakan waktu yang cukup lama. Partisi ini bisa juga bermanfaat untuk mencegah atau meminimalisasi adanya bad sector pada harddisk. Oleh karenanya saya tetap menyarankan agar harddisk yang hanya terdapat 1 partisi, lebih baik di partisi menjadi beberapa partisi.

Bagi sahabat yang menggunakan windows 7, jika ingin mempartisi harddisk menjadi beberapa partisi tanpa menggunakan software, bisa diikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Klik kanan [computer] > pilih [manage]
  2. Pada jendela “computer management”, pilih [storage] kemudian pilih [disk management].
  3. Pada jendela sebelah kanan terlihat jumlah partisi yang telah ada. Kemuian klik kanan pada harddisk yang mau dipartisi. ( Kalau baru terdapat 1 partisi misal C: klik kanan pada partisi C:, kalau sudah ada beberapa partisi “seperti gambar dibawah” dan mau di partisi lagi maka klik kanan pada drive yang mau di partisi lagi ) kemudian pilih [Shrink Volume].
  4. Muncul “querying shrink space” dan tunggu sebentar.
  5. Muncul jendela shrink. Disini shobat diminta untuk menentukan volume partisi yang mau dibuat. Isikan saja berapa volume sesuai dengan yang shobat rencanakan. Setelah itu klik [Shrink].
  6. Maka akan muncullah partisi baru yang masih belum terformat atau free space ( lihat partisi dengan gambar hijau ). Sampai disini partisi baru masih belum bisa digunakan.
  7. Untuk memformat partisi agar bisa digunakan, klik kanan pada “free space” tadi kemudian pilih [new simple volume].
  8. Muncul [New simple volume wizard] > klik [next].
  9. Muncul jendela [specify volume size] > klik [next] lagi
  10. Muncul jendela [assign drive letter or path] > klik [next] lagi.
  11. Muncul jendela [format partition]. Pada file system pilih saja NTFS, kemudian pada volume label > isikan “nama label drive partisi anda”, kemudian klik [next].
  12. muncul jendela [completing the new simple volume wizard]. Sebelum klik finish lihat dulu informasi yang tertera. Kalau belum sesuai dengan keinginan shobat, klik [back], kalau sudah sesuai silahkan klik [finish]
  13. Maka partisi harddisk telah selesai dan siap untuk dipergunakan.


Untuk mengecek partisi yang baru, cobalah buka windows explorer. Bila prosesnya telah benar maka akan muncul partisi baru sesuai dengan label yang telah shobat buat tadi.

Bagaimana, mudah bukan ??!! Ternyata fitur-fitur yang ada pada windows 7 lebih memudahkan kita dalam mengatur konfigurasi dikomputer.

Melihat Informasi Penggunaan Hardisk


Mungkin, kita sudah menggunakan hardisk yang dapat dikatakan berkapasitas cukup besar. Karena perasaan bahwa dengan kapaitas tersebut kita dapat menyimpan apapun yang kita mau, kita tidak lagi memperhatikan masalah kapasitas hardisk yang tersisa, hingga akhirnya menyadari bahwa kapaitas yang tersisa tinggal sedikit. Dari sejumlah file-file yang tersimpan, bisa jadi banyak file yang berukuran besar yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi seperti file film tidak akan ditonton lagi.
Kita sendiri yang tahu, berguna tidaknya file-file tersebut. Masalah lain yang mungkin dihadapi adalah bahwa sebenarnya kita tidak tahu pasti di lokasi mana saja file-file tersimpan. Ini bisa terjadi karena pada saat menyimpannya kita asal saja dan tidak memasukkan pada direktori yang seharusnya dan mudah ditelusuri kembali. Dua program berikut ini adalah software yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana penggunaan hardisk, pada folder mana penggunaan paling besar terjadi beserta ukuran-ukuran filenya.

WinDirStat

Ini merupakan kloning program KDirStat pada KDE yang ditemui pada komputer bersistem operasi linux. Seperti halnya KDirStat, WinDirStat dapat digunakan untuk memvisualisasikan penggunaan hardisk pada suatu partisi atau drive.




Dalam menggunakannya kita dapat memilih semua drive yang ada pada komputer atau hanya salah satu atau beberapa drive yang diinginkan, untuk kemudian drive-drive yang dipilih tersebut akan di-scan dan hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk tree map dengan mengurutkan konsumsi oleh folder dari yang terbesar. Selain tree map, visualisasi penggunaan hardisk tersebut digambarkan dalam grafik dengan merepresentasikan file-file yang ada sebagai sebuah blok yang besarnya menggambarkan ukuran file. Dengan mengklik misalnya blok berukuran terbesar akan mudah mengetahui file mana yang berukuran terbesar. Legend untuk memberi keterangan tipe file berdasarkan warna blok juga dihadirkan.

JDiskReport

Seperti halnya WinDrStat, JDiskReport dapat digunakan untuk menggambarkan penggunaan hardisk pada suatu drive. Scan dapat pula dilakukan terhadap suatu direktori beserta isinya saja.



Visualisasi penggunaan oleh suatu folder dapat digambarkan sebagai grafik apakah pie chart, ring chart, atau bar chart. Melihat dalam bentuk tabel untuk menggambarkan penggunaan kapasitas hardisk oleh folder atau file pun dimungkinkan. Selain berdasarkan ukurannya, statistik berdasarkan jumlah banyaknya file juga dapat dilihat menggunakan tool ini.
Software yang selain dapat digunakan untuk Windows juga dapat digunakan untuk Linux dan Mac karena JDiskReport berjalan di atas Java, dan untuk itu perlu instalasi Java terlebih dahulu untuk mengoperasikannya. Untuk mendownload JDiskReport, dapat dilakukan dari halaman web-nya di sini.
Setelah mengetahui file mana yang mengkonsumsi kapasitas hardisk terbesar, dengan mempertimbangkan keperluan keberadaannya di hardisk komputer yang digunakan, mungkin ada perlunya menghapusnya atau memindahkan ke media penyimpanan backup yang lain.

Tips Mempercepat Kerja Komputer: Bersih-bersih Hardisk


Langsung saja kita mulai langkah-langkah ‘bersih-bersih’ hardisk untuk mempercepat kerja komputer:
1. Disk Cleanup
• Buka My Computer, klik kanan Drive kamu (C, D, E, atau yang lain), pilih menu Properties, klik tombol Disk Cleanup, maka proses scanning (bukan scanning virus) akan berjalan.



• Setelah proses scanning makan muncul jendela Disk Cleanup. Centang bagian-bagian yang ingin kamu hapus lalu tekan Ok. Mungkin jumlah centang di tempat kamu bisa lebih banyak atau lebih sedikit



2. Defrag Hard Disk-mu
Windows memiliki program bawaan untuk melakukan defrag hard disk. Tapi saya sarankan kamu memakai Auslogics. Saya lebih suka software ini karena lebih berwarna . Auslogics akan memberitahu berapa persen peningkatan kecepatan hard disk setelah di-defrag.
3. Perbaiki Bad Sector
• Buka My Computer, klik kanan Drive kamu (C, D, E, atau yang lain), pilih menu Properties, klik tab Tools.
• Klik tombol Check Now untuk menu Error-Checking, maka akan muncul jendela Check Disk.
• Pada jendela tersebut, centang menu Scan (kamu juga bisa mencentang semua menu) lalu klik Start.
• Saya lupa, perlu restart atau tidak. Silakan dicoba saja.

Jumat, 05 November 2010

Mengenal Teknologi HARD DISK

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency.

hd6.jpg
Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi.  Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa.  Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.  

Sejarah Perkembangan Harddisk

 Harddisk pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992.  Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.  

hd1.jpg 

Gambar 1 : Evolusi Teknologi Hardisk Menurut IBM

 Dari gambar tersebut dapat dilihat dari tahun 1984 sampai dengan 2006 mendatang, perkembangan teknologi penyimpanan data berkembang cepat. Mulai dari ukuran mikro untuk penggunaan laptop sampai ukuran normal untuk penggunaan PC Desktop.  

Trend Perkembangan HardDisk

 Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :  
a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan
 Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.  

b. Struktur head baca/tulis

 Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.
  hd2.jpg 
Gambar 2 Desain karakteristik kebanyakan head baca/tulis  
Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi.  Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor.  (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.
Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).
 Kecepatan Putar Disk
Kecepatan putar pada jaman awal sekitar 3600RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500RPM dan 5400RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200RPM yang digunakan pada harddisk SCSI.
 Berikut tabel kecepatan harddisk yang diaplikasikan pada berbagai jenis interface yang berberda :
hd3.jpg 

3. Kapasitas
 Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB. Hal ini dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200GB dengan kecepatan 7200RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300GB dengan kecepatan 5400RPM. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer biasa.  hd4.jpg Gambar 3 Sistem kontrol head  Pada tiap piringan penyimpan terdapat satu head. Untuk menjangkau tengah pinggir piringan digunakan sliders sebagai perantaranya.
hd5.jpg

Teknologi Harddisk masadepan

 Harddisk dimasa mendatang salah satunya dititik beratkan pada kecepatan akses dan kapasitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mereduksi komponen mekanis dari fisik harddisknya. Komponen mekanis yang tidak mampu bekerja pada frekuensi tinggi digeser dengan komponen yang bersifat elektris yang mampu bekerja dalam orde MHz bahkan GHz.
Dapat dilihat saat ini sudah dirilis berbagai macam media penyimpan elektronis dalam bentuk kecil. Misalnya USB Drive dan MultiMedia Card. Bila nantinya teknologi ini diterapkan dan dapat harganya terjangkau, kemampuan komputer dari sisi kecepatan akses baca/tulis media penyimpan akan meningkat pesat. Otomatis kemampuan PC Server untuk melayani request dari client akan meningkat.
Berikut Ini Beberapa Rangkuman Referensi Singkat Mengenai Hard Disk ;

INTERFACE HARD DISK IDE (Integrated Drive Electronics) ;
standar lama yang masih ada. Murah, dan terintegrasi dengan MB merupakan alasan teknologi ini teta p ada.Jumlah IDE ada 4 buah tiap MBKoneksi dengan kabel pipih 80 pininterface yang bottleneck dan menghambat panas 
SCSI (Small Computer Standard Interface)
Kecapatan 160 mb/detik Jenis SCSI (SCASI I, Wide SCSI, Ultra wide)Menggunakan card tersendiriMB teknologi baru sudah menyertakan card SCSInya .
SCSI biasanya digunakan untuk system server, yang menuntut kinerja tinggi Sistem SCSI dikenal dengan teknologi RAID,sistem penyusunan, penulisan, keamanan dengan beberapa HD.
RAID (Redudancy Array of Independent Disk), merupakan sekumpulan diskdrive yang dianggap oleh OS sebagai drive tunggal.Recovery dan security menjadi prioritas.

Pemasangan Harddisk
Kabel IDE terdapat strip warna merah Power supply ditancapkan bersebelahan atau sejajar dengan warna merah pada kabel IDEJika salah komputer tidak akan bootingLakukan deteksi HD lewat BIOS 
Proses Baca Hardisk 
Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi. 
hd8.jpg 
Sectors dan Tracks 
Tracks adalah bagian dari sepanjanjang keliling lingkaran dari luar sampai ke dalam.Sedangkan sector adalah bagian dari tracks.Sectors memiliki jumlah bytes yang sudah diatur. 
Ada ribuan sector dalam HD
1 sectors normalnya menyimpan 512 byte informasi 
hd7.jpg 
Bahan Pembuat Hardisk 
Saat ini hd dibuat dengan teknologi material media magnetik disebut thin film.Lebih rapat, masa pakainya, kecil, ringan dari bahan oxide 
hd10.jpg
Mekanisme Kerja Hard Disk
Proses baca tulis dilakukan oleh lengan hd dengan media Fisik magnetikHead hardisk melakukan konversi bits ke pulse magnetik dan menyimpannya ke dalam platters, dan mengembalikan data jika proses pembacaan dilakukan Hard disk memiliki “Hard platter” yang berfungsi untuk menyimpan medan magnet.Pada dasarnya cara kerja hard disk adalah dengan menggunakan teknik perekaman medan magnet. Cara kerja teknik magnet tersebut memanfaatkan Iron oxide (FeO) atau karat dari besi, Ferric oxide (Fe2O3) atau oxida lain dari besi. 2 oxida tersebut adalah zat yang bersifat ferromagnetic , yaitu jika didekatkan ke medan magnet maka akan ditarik secara permanen oleh zat tersebut.

Senin, 01 November 2010

Meng-Hidden Drive/Local Disk

Bagi Temen yang mo ngumpetin Local Disk nya biar ga keliatan sama User lain yang suka iseng buka komputer orang, Kita juga jangan lupa bahwa Drive/Local Disk tersebut ada....kalo mo buka Drive/local Disk nya, contoh drive D:dari My Computer di Address kita ketik manual D: untuk memunculkan kembali drive/local Disknya atau saat kita buka file di kolom Filename bisa juga langsung kita ketik D:.

Mari coba langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Dari Start menu ketik gpedit.mscMasuk ke User Configuration.
  • Pilih Administrative Templates
  • Windows Components
  • lalu klik Windows Explorer
  • lalu pilih Hide these specified drive in My Computer klik 2 X
  • Pada Kolom Pick one of the following combinations Tekan Scrollmenu. Pilih Drive yang ingin kita sembunyikan, sebagai contoh ingin menyembunyikan Drive/Local Disc D: kita pilih Restrict D Drive Only lalu teken OK.

CARA AMAN MENYEMBUNYIKAN DAN MENGUNCI DRIVE ANDA

Apakah komputer anda biasa dipakai untuk umum atau banyak orang? Dan anda membutuhkan keamanan atas disk drive tempat penyimpanan data-data anda? Software Disk Drive Administrator mungkin bisa menjadi solusi bagi anda. Software ini bisa anda gunakan untuk menyembunyikan disk drive pada komputer anda serta menguncinya dengan password. Drive yang bisa dikunci tersedia dari A sampai Z, anda bisa sekedar menghidden saja atau mempassword saja, namun jika ingin privasi yang lebih anda bisa mengkombinasikan keduanya menghidden plus mempassword disk drive anda supaya lebih aman. Anda juga bisa menonaktifkan/mendisallow autorun dari HDDs drive, USB Drive, RAM Disks dan CD/DVD Drive. Langkah – langkah untuk melakukan sebagai berikut :
1. Download dulu softwarenya, [area download disini]
2. Jalankan program akan terlihat seperti gambar dibawah ini : 3. Pilih Drive yang akan di hidden, dikunci atau disable autorunnya dengan cara mengcentang hide/lock/disable autorun pada drive
yg dipilih, kalau mau anda beri password klik password kemudian isi password yang anda inginkan lalu klik apply. Lalu restart
komputer anda.
4. Untuk mengembalikannya seperti keadaan semula, buka disk drive administrator lalu hilangkan centang pada drive yang anda
pilih tadi trus klik apply. Lalu restart komputer anda.
Contoh dibawah sebelum dihidden:



sebelum dihidden setelah dihidden.
Kalau suatu saat anda lupa password, anda bisa menggunakan smadav. Pada bagian registry check all. Semoga bermanfaat