Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Cara Backup settingan MikroTik

di winbox klik files --> backup .
lalu filenya tinggal di tarik ke windows

Mikrotik Sebagai VPN Server

tinggal klik aja di winbox nya

klik PPP --> aktifin PPTP server
tab --> secret --> bikin user + pass serta settingan ip remote + local address



Membuat Server Gateway/Router dengan Mikrotik

Mikrotik PC mempunyai 2 ethernet card, 1 untuk ISP 1 lagi untuk jaringan lokal
IP didapat dari provider/ISP 100.10.15.2/30 dengan gateway 10.100.15.1
IP range yang digunakan untuk jaringan lokal 192.168.0.1/24 (untuk jumlah client sesuka anda, max 254 client)
Tanpa menggunakan DHCP server

Tambahkan IP address pada masing-masing interface (contoh: untuk IP dari ISP pada ether1 yaitu 100.10.15.2/30, Untuk IP LAN pada ether2 yaitu 192.168.0.1/24
<< ip lan tersebut akan menjadi gateway masing-masing client dalam setting networknya)

/ip address
ip address add address=100.10.15.2/30 interface=ether1 disabled=no
ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 disabled=no


Tambahkan gateway provider dalam ip route

/ip route
add gateway=100.10.15.1


Membuat NAT dalam ip firewall nat

/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade disabled=no


Masukan IP DNS yang diberikan oleh ISP (misalkan:100.10.20.1 dan 100.10.20.2)

/ip dns
set primary-dns=100.10.20.1 secondary-dns=100.10.20.2 allow-remote-requests=yes


Sebelum ada setting network pada komputer client anda, test dulu apakah mikrotik anda terhubung ke internet(ex: menggunakan “ping yahoo.com” pada terminal console)

Setting network komputer anda dengan konfigurasi :

IP address : 192.168.0.2
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.1

DNS Server : 192.168.0.1

EoIP

EoIP (ethernet over IP) kasus kenapa harus pake EoIP? diwireless khususnya pake mikrotik, biasa kita kenal namanya bridge, jadi mikrotik sm persis kyk wireless canopy smartbridge atau sejenisnya lah. Wireless mikrotik/Routerboard bisa apa aja, khususnya routing, nah pengalaman gw kalo kita pake bridge emang kita lebih mudah melempar IP yg kita punya langsung ke client tanpa routing2an, ada kelemahannya yg gw rasain.. bandwidth yg dilewatin pake bridge lebih kecil dari pada kita pake routing dengan radio yg sama.

Nah karena bandwidth yg dihasilkan link radio ntu pengen maksimal jadi kita pake routing. Nah masalahnya kalo pake routing ada beberapa hop yg kena NAT, jadi IP yg kita inginkan atau IP yg ada di server (IP public misalnya) kita ga bisa langsung sampe ke client (inget.. kena NAT) nah EoIP ini membantu kita melempar sebuah virtual ethernet yg ada di server kita direct langsung ke client melewati routing2an pada masing2 routerboard.

Bandwidth Management & ARP

kamu uda masukin di ip yg ditentukan dan MAC address PC tersebut kan di ARP list? [ IP -> ARP ]

klo aye, setnya berdasarkan disana, jadi tiap PC dengan MAC address dari PC masing-masing tsb dimasukin 1-1 setiap pcnya, terus di firewall juga dimasukin ip tersebut, baru deh mainin queuenya. IMO, harusnya klo dia ganti IP ke yg lain, kan ARP mengenali IP dia itu ga sama dengan MACnya, otomatis ga connect kan...

misal di ARP listnya:
1. IP: 192.168.0.71
MAC: 00:11:22:33:44:55

2. IP: 192.168.0.72
MAC: 66:77:88:99:12:14

3. IP: 192.168.0.73
MAC: 12:15:16:17:28:A9
------------------------------------
apabila PC 1 mengganti ke ip 0.72 atau 0.73 otomatis kan macnya berbeda jadi ga connect, dan apabila diganti ke 0.74 blm ada dibuat ARPnya, otomatis blm terdaftar n ga bisa connect. mungkin begitu gambaran saya. inti maksud saya, dimasukin IP n MAC 1-1 n mainin firewallnya sesuai dengan IP yg uda dibuat ^^

Script DOTA lagi :D

Sedikit Sharing agar client bisa create room DOTA, dengan asmumsi sbb:
Client A dan Client B berada di dua gedung yang berbeda, sehingga topologi server sbb:
ISP -> Mikrotik (router) -> OpenBSD -> Radio -> Mikrotik (B)

1. IP Router : 202.xx.xx.xx lsg ke isp, 192.168.1.1 ke OpenBSD
2. IP OpenBSD: 192.168.1.100 ke Router, 192.168.0.100 ke Client A, 192.168.3.100 ke Mikrotik (B)
3. IP Mikrotik (B): 192.168.3.2 ke OpenBSD, 192.168.4.100 ke Client B

Setting NAT di Mikrotik (router) yang memiliki IP Public:
Ke OpenBSD dengan Port DOTA 6116-6136, port ini diisi sesuai kebutuhan berapa client yang diperbolehkan create room.
/ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=202.xx.xx.xx protocol=tcp dst-port=6116-6136 action=dst-nat to-addresses=192.168.1.100 to-ports=6116-6136

Ke Mikrotik (B) dengan Port DOTA 6012-6023, port ini diisi sesuai kebutuhan berapa client yang diperbolehkan create room
/ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=202.xx.xx.xx protocol=tcp dst-port=6012-6023 action=dst-nat to-addresses=192.168.1.100 to-ports=6012-6023

Setelah selesai pada Mikrotik (router) mari kita setting di OpenBSD
untuk di Client (A), clientnya OpenBSD. dalam Pf.conf setting sbb:
# PC 16 #
rdr on $LAN_IF proto tcp from $LAN_NET to 202xx.xx.xx port 6116 -> 192.168.0.16 port 6116
no nat on $LAN_IF proto tcp from $LAN_IF to $LAN_NET
nat on $LAN_IF proto tcp from $LAN_NET to 192.168.0.16 port 6116 -> \
$LAN_IF
rdr on $WAN_IF proto tcp from any to 192.168.1.100 port 6116 -> 192.168.0.16 port 6116

lakukan penulisan script tersebut berulang-ulang sampai pada client terakhir.

Untuk Mikrotik (B) di OpenBSD dalam Pf.conf setting sbb
# PC 16 (Mikrotik B) #
rdr on $WIFI_IF proto tcp from $WIFI_NET to $WAN_IF port 6016 -> \
192.168.3.2
no nat on $WIFI_IF proto tcp from $WIFI_IF to $WIFI_NET
nat on $WIFI_IF proto tcp from $WIFI_NET to 192.168.3.2 port 6016 -> \
$WIFI_IF
rdr on $WAN_IF proto tcp from any to 192.168.1.100 port 6016 -> 192.168.3.2 port 6016

lakukan penulisan script tersebut berulang-ulang sampai pada client terakhir.

Kemudian langkah terakhir adalah lakukan setting pada Mikrotik (B) agar Client (B) dapat cretae room,
Untuk PC 16
/ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=192.168.3.2 protocol=tcp dst-port=6016 action=dst-nat to-addresses=192.168.4.16 to-ports=6016

lakukan penulisan script tersebut berulang-ulang sampai pada client terakhir.
Setelah selesai dengan setting NAT sampai dengan PC terakhir, maka lakukan setting NAT yang terakhir agar sesama LAN bisa connect
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade

Selesai deh setting di 3 server, jangan lupa untuk setting Port di game option nya.
Mohon maap kalo penulisan nya susah dimengerti atau kurang jelas.

Tutorial Mikrotik Load Balancing

Konsep awal :



Di beberapa daerah, model internet seperti ini adalah bentuk yang paling ekonomis dan paling memadai, karena dibeberapa daerah tidak mungkin untuk menggunakan jenis koneksi internet lain, karena cost yang akan di keluarkan untuk biaya operasional akan menjadi sangat besar.

Lalu bagai mana dengan solusinya ? apakah kita bisa menggunakan beberapa line untuk menunjang kehidupan ber-internet ? Bisa, tapi harus di gabung.

Contoh topologi yang tidak di gabung :



Ini adalah contoh topologi yang tidak di gabung. Di perusahaan ini menerapkan 3 koneksi internet, dengan 3 modem yang berbeda, akan tetapi mereka di pecah, seakan2 mereka mempunyai 3 gerbang internet yang berbeda. Dengan topologi seperti ini, load internet tidak akan tergabung.

Model seperti ini kurang ideal untuk disebutkan sebagai load balancing.

Load Balancing
Topologi load balancing :



Dengan topologi seperti diatas, maka terjadi yang namanya Load Balancing. Jadi pada site ini, akan menggunakan 3 koneksi internet (baik itu dari ISP yang sama maupun yg berbeda) dan juga baik itu menggunakan jenis koneksi yg sama maupun yg berbeda (wireless, adsl, dialup).

Dan semua client yang ada di jaringan, akan memiliki satu gateway, dan gateway itu yang akan menentukan packetnya akan lewat ISP yang mana.

Konsep LoadBalancing (di Mikrotik)

1. Paket data masuk dari interface network

2. Paket data akan di berikan tanda pemisah (mangle). MIsalnya di bagi jadi 3 group. :
• paket 1 masuk group 1,
• paket 2 masuk group 2,
• paket 3 masuk group 3,
• paket 4 masuk group 1,
• paket 5 masuk group 2,
• paket 6 masuk group 3,
• dsb

3. Setelah paket di pisahkan, kita atur NATnya
a. group 1, maka akan keluar melalui interface 1,
b. group 2 akan keluar melalui interface 2,
c. group 3 akan keluar melalui interface 3.

4. Begitu juga dengan routingnya.



Konfigurasi Load Balancing
Topologi lengkap :




Preparation
1. Configure modem-modem yg ada dengan IP management seperti yang ada di topologi
• Modem hijau : 192.168.10.2 / 24
• Modem biru : 192.168.20.2 / 24
• Modem merah : 192.168.30.2 / 24
2. Configure PC Workstation yang ada di dalam jaringan dengan IP sebagai berikut :
• IP : 192.168.1.x ( x, dari 2 – 254, karena 1 untuk gateway)
• Netmask : 255.255.255.0
• Gateway : 192.168.1.1

Set IP Address Interface Mikrotik (IP > Address)
3. Konfigurasi IP address mikrotik dengan IP sebagai berikut :
Ether1 : 192.168.1.1 /24
Ether2 : 192.168.10.1/24 (interface ke modem hijau)
Ether3 : 192.168.20.1/24 (interface ke modem biru)
Ether4 : 192.168.30.1/24 (interface ke modem merah)



Note :
Setelah melakukan konfigurasi IP Address pada mikrotik, cek kembali konektifitas antara modem dengan mikrotik.
ping 192.168.10.2
ping 192.168.20.2
ping 192.168.30.2

Mangling (IP > Firewall > Mangle)

Mangle ada proses pemisahan. Pada proses mangle, sebenarnya tidak terjadi perubahan apa-apa pada paket atau data yang akan kita kirimkan, tapi pada proses ini paket hanya di berikan tanda.

Connection Mark
Pertama kita akan lakukan connection mark.
1. General
• Add chain : prerouting
• In Interface : Eth 1 (interface jaringan local)
• Connection State : new



2. Extra - nth
• Nth
a. Every : 3
b. Packet : 1



Note :
Bagian Nth ini yang menentukan apakah paket akan masuk ke group 1, group 2 atau group 3. Untuk 3 line, maka nanti akan di buat 3 rule dengan Nth 31, 32 dan 33.


3. Action
• Action : mark connection
• New Connection mark : conn_1
• Passtrough : yes



Note :
Pada bagian ini kita akan memberi nama koneksi kita. Conn_1 adalah koneksi pertama, Conn_2, untuk koneksi kedua, dan Conn_3 untuk koneksi ke 3.


Note :
Lakukan connection marking ini sebanyak 3 kali, masing2 dengan NTH 31, 32 dan 33, dengan nama Conn_1, Conn_2 dan Conn_3


Route Mark
4. General
• Add chain : prerouting
• In Interface : Eth 1 (interface jaringan local)
• Connection mark : conn_1




5. Action
• Action : mark routing
• New Connection mark : route_1
• Passtrough : no



Note :
Pada bagian ini kita akan memberi nama pada routing kita. route_1 adalah route pertama, route_2, untuk route kedua, dan route_3 untuk routing ke 3.


Note :
Lakukan routing marking ini sebanyak 3 kali, masing2 untuk Conn_1, Conn_2 dan Conn_3, dengan nama route_1, route_2 dan route_3



NAT (IP > Firewall > NAT)


NAT, Network Address Translation, adalah suatu proses perubahan pengalamatan. Ada beberapa jenis NAT, yang akan digunakan pada proses ini adalah src-nat (source nat).

Src-nat adalah perubahan pada bagian source dari suatu paket.

1. General
• Chain : src nat
• In Interface : Eth 1 (interface jaringan local)
• Connection mark : conn_1



2. Action
• Action : src nat
• To address : 192.168.10.1




Note :
Lakukan src-nat ini sebanyak 3 kali dengan rule sebagai berikut :
Conn_1 == > 192.168.10.1
Conn_2 == > 192.168.20.1
Conn_3 == > 192.168.30.1


Routing Policy (IP > Route)


Routing policy adalah bagian pengaturan routing. Pada bagian ini diatur gateway atau jalur keluar untuk setiap group

1. General
• gateway : 192.168.10.2
• Routing mark : route_1





Note :
Lakukan src-nat ini sebanyak 4 kali dengan rule sebagai berikut :
route_1 == > 192.168.10.2
route_2 == > 192.168.20.2
route_3 == > 192.168.30.2
default == > 192.168.10.2

Load Balancing

# IP address untuk akses ke LAN :
> /ip address add address=192.168.0.1/28 interface=LAN
IP address untuk akses ke jalur DSL :
> /ip address add address=10.32.57.253/29 interface=DSL
IP address untuk akses ke jalur Wireless :
> /ip address add address=10.9.8.2/29 interface=WIRELESS
Tentukan gateway dengan rasionya masing-masing :
> /ip route add gateway=10.32.57.254,10.9.8.1,10.9.8.1
# Pada kasus untuk teknik fail-over. Diasumsikan jalur utama melalui Wireless dengan jalur DSL sebagai back-up apabila jalur utama tidak dapat dilalui. Untuk mengecek apakah jalur utama dapat dilalui atau tidak, digunakan command ping.
> /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.0.0/28 action=mark-routing new-routing-mark=SUBNET1-RM
> /ip route add gateway=10.9.8.1 routing-mark=SUBNET1-RM check-gateway=ping
> /ip route add gateway=10.32.57.254

jangan lupa untuk di masqurade semua interfacenya baik DSL maupun Wirelesnya
/ip firewall nat add action=masquerade comment=”" disabled=no

Kalo tidak ingin digunakan untuk memisahkan LINK bukan LB, misal untuk INT ke DSL dan IIX ke Wireless maka sbb:
Pemisahan link Lokal (IIX) dengan INT:

pada route > rules diisi ip IIX terus pilih table nya SUBNET1-RM

Script DOTA

firewall dota script mikrotik

Code:
http://www.traceroute.web.id/dota/mikrotik.php
isi yg harus diisi
masukin aja lewat winbox
new terminal

Setting PPTP

 coba pake PPTP atau L2TP, pilihan tergantung di juragan.. untuk settingnya

Berikut kutipan turoialnya

- di WINBOX, klik INTERFACE –> SETTING –> PPTP Server
- Setelah muncul tabel PPTP Server maka enable-kan, seluruh parameter default, dan check seluruh authentication yang ada (agar tidak ribet nyetting security di client PPTP).
- buat IP POOL yang berperan memberikan IP Dynamic pada setiap koneksi PPTP yang masuk dan berhasil konek dengan cara :
a. klik IP –> POOL, klik tanda “+” dan berikan NAMA serta masukkkan network atau range IP.
b. klik OK,
- buat USER PPTP dengan cara :
a. klik PPP –> Profiles, edit profile defaultnya dengan klik 2 kali (mo nambah juga gpp, cuman biar gak ribet aja hehe)
b. masukkan LOCAL ADDRESS dengan IP ADDRESS yang dipegang oleh interface yang terhubung ke MESIN FIREWALL
c. drop down menu REMOTE ADDRESS dan pilih nama IP POOL yang udah dibuat (makanya IP POOL-nya gw duluin biar gak ditanya hehehe)
d. klik APPLY –> OK
e. klik SECRETS, NAME : isi dengan USERNAME dan PASSWORD untuk CLIENT
f. Masih di SECRETS, bagian SERVICE : pilih PPTP
g. Masih di SECRETS juga, jika diinginkan client hanya dial VPN dr IP public tertentu maka bagian CALLER ID diisi dengan IP PUBLIC Client tersebut (bisanya untuk kasus client adalah ISP atau Corporate Laen, untuk monitoring).
h. Jika ada kasus client menggunakan IP address LOCAL yang sama dengan IP Address yang didapat dari PPTP (biasanya client di Internet gedung atau perusahaan) maka jika koneksi VPN sudah ESTABLISH dan masih belum bisa ping, di bagian REMOTE ADDRESS untuk SECRETS dari user bersangkutan harus diisi dengan IP ADDRESS diluar dr range IP POOL tapi masih dalam satu network, kemudian tambahkan routing DEFAULT di PC CLIENT tersebut.

setting usermanager

1. Buat sebuah server Radius
/ radius add service=hotspot address=127.0.0.1 secret=123456

2. Buat profile dan set profile tersebut untuk menggunakan Radius Server
/ ip hotspot profile set hsprof1 use-radius=yes

3. Membuat scriber
/ tool user-manager customer add login="MikroTik" password="qwerty" permissions=owner

4. Tambahkan Router kita dalam hal ini localhost.
/ tool user-manager router add subscriber=MikroTik ip-address=127.0.0.1 shared-secret=123456

5. Lalu silahkan browser ke hxxp://routeranda/userman

Hotspot Manajemen with Mikrotik RouterOS 2.9.27

Mau buka RT/RW net? ato mo buat otorisasi dalam jaringan kamu?
kali ini saya buatin tutorial nya yang pake WINBOX, biar gampang..

Nih caranya mudah nya:

Buka IP - Hotspot, trus pada tab server click Setup


Pilih interface yang mo di buatin user manajemen nya, klo gw di sini pake Ether1


Masukin IP address interface itu:


Masukin pool ip-address untuk DHCP pool nya:


pilih sertificate kalo emang ada, gw si gak pake yg ginian, jd next aja:


Masukin SMTP server nya(kalo ada), gak ada? next aja:


masukin DNS yang dipake buat hotspot tsb:


tinggal next 1x lagi beres deh, double click hasil setup tadi sapa tau ada yang salah bisa di edit di sana:



Nah untuk user nya, pilih tab users trus masukin dah tuh user2 nya:



klo user nya banyak pake scrip aja, trus di run scrip nya, biar cepet. trus ntar tinggal di edit password nya:


Quote:
:for i from=1 to=50 do = { /ip hotspot user add server=Hotspot1 name=("user" . $i) password=("password" . $i) address=(192.168.0. .$i)}
NOTE:
Ini baru yang simple nya aja blom pake ARP ama Radius
trus kamu juga bisa rubah2 tampilan Login hotspot nya, coba deh pake ftp ke ip mikrotik nya. ada folder hotspot rubah2 deh tu sesuai selera.

Pisah Bandwidth IIX dan IX

NAT nya:


Quote:
chain=srcnat src-address=IP-LAN action=masquerade

Manglenya:

spidi-1
Quote:
chain=prerouting in-interface=lokal connection-state=new nth=1,0,1
dst-address-list=!iix action=mark-connection
new-connection-mark=conn-sp1 passthrough=yes

chain=prerouting in-interface=lokal connection-mark=conn-sp1
action=mark-routing new-routing-mark=sp1 passthrough=no
Spidi-2
Quote:
chain=prerouting in-interface=lokal connection-state=new nth=1,0,0
dst-address-list=!iix action=mark-connection
new-connection-mark=conn-sp2 passthrough=yes

chain=prerouting in-interface=lokal connection-mark=conn-sp2
action=mark-routing new-routing-mark=sp2 passthrough=no
Koneksi-iix
Quote:
chain=prerouting in-interface=lokal connection-state=new
action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix passthrough=yes

chain=prerouting in-interface=lokal connection-mark=conn-iix
action=mark-routing new-routing-mark=iix passthrough=no

Bandwidth Manajemen Menggunakan simple queue

Bandwidth yang gak di batasin akan menyebabkan terjadinya pembagian bandwidth yang gak merata ke setiap client.
Agar setiap client mendapatkan bagian nya masing2 n gak tarik2 an ma yang lain kita bisa implementasi manajemen bandwidth. klo udah kek gini, dari sisi client nya mo di apa2 in juga ttp aja g akan bisa curi2 bandwidth client sebelah nya


Quote:
Asumsi:
Up-Stream & Down-Stream = 2Mbps
jumlah client 20
2Mbps / 20 client = 100Kbps
Cara 1:
Quote:
[uye@mikrotik]>queue simple add name=clientY target-address=192.168.1.Y max-limit=100000/100000
ulangi perintah yang sama, tinggal rubah2 aja 'Y' nya misalnya dari 1-20


cara2:

Quote:
:for i from=1 to=20 do = {
/queue simple add name=("Client" . $i) target-address=("192.168.1." . $i) max-limit=100000/100000
}
simpen scrip nya di system->Script trus tingga di run, cek dah di simple queue nya udah ada blom, klo blom ada mungkin scripnya salah,

Konfigurasi Awal mikrotik

Pertama-tama untuk bisa configure si mikrotik ini, tentu aja kamu harus login dulu...


Kita mulai ya,,,


Topologi nya:

<Modem>-----<Mikrotik Router OS>-----<Switch>----<Client>

1. Rubah nama interface


Quote:
[uye@mikrotik]> interface
[uye@mikrotik] interface > pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R Ether0 ether 0 0 1500
1 R Ether1 ether 0 0 1500
[uye@mikrotik] interface > edit 0 -> Trus rubanama nya misal dari Ehter0 jadi WAN[ctrl+o]
karena saya pemalas jadi gak dirubah2, hehe

saya asumsikan
Ether0 = wan - xxx
Ether1 = LAN - yyy



2. Konfigurasi IP Address
Sebelum bisa pake winbox untuk konfigurasi lebih lanjut, kita harus udah konfigurasi in dulu ip address nya:

Quote:
[uye@mikrotik]> ip address
[uye@mikrotik] ip address> add address=xxx.xxx.xxx.2/30 interface=Ether0
[uye@mikrotik] ip address> add address=yyy.yyy.yyy.1/24 interface=Ether1

[uye@mikrotik] ip address> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 xxx.xxx.xxx.2/30 xxx.xxx.xxx.0 xxx.xxx.xxx.7 Ether0
1 yyy.yyy.yyy.1/24 yyy.yyy.yyy.0 yyy.yyy.yyy.255 Ether1

[uye@mikrotik] ip address>


3. Konfigurasi IP Route
Biar si-routing table ngarah ke isp/gateway

Quote:
[uye@mikrotik]> ip route add gateway=xxx.xxx.xxx.1
[uye@mikrotik]> ip route pr
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREF-SRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC yyy.yyy.yyy.0/24 yyy.yyy.yyy.1 Ether1
1 ADC xxx.xxx.xxx.0/30 xxx.xxx.xxx.2 Ether0
2 A S 0.0.0.0/0 r xxx.xxx.xxx.1 Ether0
[uye@mikrotik]>

4. Konfigurasi DNS

Quote:
[uye@mikrotik]> ip dns set primary-dns=202.155.0.10
[uye@mikrotik]> ip dns set secondary-dns=202.155.0.15
[uye@mikrotik]> ip dns pr
primary-dns: 202.155.0.10
secondary-dns: 202.155.0.15
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 1849KiB
[uye@mikrotik]>

5. Konfigurasi NAT~wajib neh
Biar jaringan kita g kliatan dari luar(secara kasar)

Quote:
[uye@mikrotik]> ip firewall add chain=srcnat out-interface=ether0 action=masqurade

Slese daeh,,,
sekarang coba ping ke gateway & dns dari mikrotik, kalo REPLY berarti dah Connect..

Instalasi Mikrotik RouterOS

Pendahuluan

Kebutuhan akan akses internet dewasa ini sangat tinggi sekali. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Pembagian nomor untuk internet atau biasa disebut dalam dunia networking adalah IP Address sudah sangat menipis atau sudah hampir habis.

Satu IP Address perlu sekali berhubungan dengan IP address lainnya yang berbeda class atau subnet, maka diperlukanlah suatu proses system untuk menghubungkan IP Address itu, yaitu routing. Routing akan membuat sebuah rantai jaringan saling terhubung dan bias berkomunikasi dengan baik, dan informasi yang tersedia di satu IP Address akan didapatkan di IP address yang lainnya.

Device atau perangkat yang digunakan untuk proses routing biasa disebut router. Router terdiri dari hardware & software keduanya harus terpasang dengan sejalan atau sinkron supaya bisa bekerja dengan baik. Router bisa kita peroleh dengan cara memakai langsung tanpa harus install system dengan menggunakan router broadband atau kita bisa menggunakan komputer untuk membuat router dengan cara menginstall system operasi atau software untuk membuat router dengan catatan hardware pun mendukung untuk proses routing. Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik Router Os sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.

Tentang Mikrotik

MikroTikls [dengan trade name MikroTik®] didirikan tahun 1995 bertujuan mengembangkan sistem ISP dengan wireless. MikroTikls saat ini telah mendukung sistem ISP dengan wireless untuk jalur data internet di banyak negara, antara lain Iraq, Kosovo, Sri Lanka, Ghana dan banyak negara lainnya.

Pengalaman dalam melakukan instalasi di Latvia menempa kami dengan kondisi serupa di negara-negara pecahan Uni Soviet dan negara berkembang lainnya. Berbagai pengembangan telah dilakukan hingga saat ini tersedia perangkat lunak sistem operasi router versi 2 yang menjamin kestabilan, kontrol, dan fleksibilitas pada berbagai media antar muka dan sistem routing dengan menggunakan komputer standart sebagai hardware. Perangkat lunak ini mendukung berbagai aplikasi ISP, mulai dari RADIUS modem pool, hingga sirkuit backbone dengan DS3.

MikroTik berlokasi di Riga, ibukota Latvia, dengan 50 orang karyawan. Mikrotik juga menjalankan sebuah ISP kecil, sebagai media percobaan untuk pengembangan routerOR software.

Mikrotik Router OS

Mikrotik Router OS adalah system operasi varian linux atau unix yang fungsi utamanya untuk routing, system operasi ini dipersenjatai dengan berbagai macam metode routing yang lengkap. Akan tetapi Microtik Router OS, bukan sebuah open source dibawah badan GNU. Untuk menggunakan sistem operasi ini kita harus membeli lisensi ke Microtik. Pembelian lisensi Microtik Router OS yang di tawarkan oleh perusahan Microtik, tidak begitu mahal untuk standar Router OS.

Mikrotik Router OS dibagi-bagi menjadi beberapa level, setiap levelnya berbeda-beda fitur yang diberikan. Dan harga lisensi yang dibayar untuk menggunakan sistem operasi ini tergantung dengan level Router OS tersebut. Untuk lisensi RouterOS Level 4 tanpa DOM berkisar Rp 400.000,- dengan DOM Rp 750.000,-, lisensi RouterOS Level 5 tanpa DOM berkisar Rp 850.000,- dengan DOM Rp 1.200.000,-, dan lisensi RouterOS Level 6 tanpa DOM berkisar Rp 2.000.000,- dengan DOM Rp 2.350.000,-.

Sumber: HISAM YAFA

Instalasi Mikrotik RouterOS

Pastiin kamu dah punya cd Mikrotik nya (klo blom punya mo instal pake apa??)

Booting dari Cd-Room:



Udah proses Booting, sekarang pilih paket² yang mo di install,,



Paket² nya da banyak,
tiap paket punya fungsi yang beda-beda tapi ada juga yang berkaitan,
jadi biar aman instal smua paket aja :P (kan biar bisa di pelajari smuanya)..

untuk milih smua paket nya kamu bisa tekan "a", trus klo dah yakin buad mulai instal paket2 nya teken "i", entar ada pertanyaan:

* Do you want to keep old configuration ? [ y/n] ketik Y
* Continue ? [ y/n] ketik Y



Setelah itu proses installasi system dimulai,
disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri.



Gambar pas lagi proses instalasi.

Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system,
tekan enter untuk merestart system.



udah itu kamu di sarankan untuk nge-check Hardisk yang dipake,
proses pengecekan ini lumayan lama loh tergantung dari space hardisk yang dipake.



Kalo kamu yakin hardisk nya masih bagus teken "N" aja, abis proses chek nya lama sih



Udah itu kamu di bawa ke halaman login Mikrotik. Selesai de proses instalasi nya.... ^,^

Gampang kan??
proses instal sih gampang,
yang rada menantang tuh konfigurasi nya,,
mingkin next tutorial nya yah, gw bikin dulu format nyah.

Moga bermanfaat.

Fitur-fitur Mikrotik

* Firewall and NAT - stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options (ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching sequence/frequency, packet size, time and more…

* Routing - Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4

* Data Rate Management - Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer protocol limitation

* HotSpot - HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users; data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support

* Point-to-Point tunneling protocols - PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand

* Simple tunnels - IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)

* IPsec - IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5

* Proxy - FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support

* DHCP - DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases; RADIUS support

* VRRP - VRRP protocol for high availability

* UPnP - Universal Plug-and-Play support

* NTP - Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system

* Monitoring/Accounting - IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP

* SNMP - read-only access

* M3P - MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet

* MNDP - MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)

* Tools - ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool

Layer 2 connectivity:

* Wireless - IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication; access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging

* Bridge - spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC

* VLAN - IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging

* Synchronous - V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types

* Asynchronous - s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand

* ISDN - ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand

* SDSL - Single-line DSL support; line termination and network termination modes

Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC yang akan dijadikan router dan tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

Berikut spec_minimal nya :

* CPU dan motherboard - bisa dgn P1 ~ P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor

* RAM - minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..

* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA (mungkin nanti Ver. 3.0)

* NIC 10/100 atau 100/1000

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com. Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.

Kita bisa membeli software MikroTik dalam bentuk “licence” di CITRAWEB, UFOAKSES, PC24 (atau download kracknya, he he he …) yang diinstall pada HardDisk yang sebelumnya download/dibuat MikroTik RouterOS ISO kekeping CD atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal pasang DOM pada slot IDE PC kita.